Bangga! Tim Olimpiade Fisika RI Raih 2 Emas dan 3 Perunggu, di Atas Jepang hingga Australia
JAKARTA, iNews.id - Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil meraih dua medali emas dalam ajang Asian Physics Olympiad (APHO) ke-26 di Busan, Korea Selatan. Perolehan dua emas itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 ajang tersebut.
Team Leader Olimpiade Fisika Indonesia untuk APHO, Herry Kwee menjelaskan, selain dua medali emas, siswa Indonesia juga berhasil mendapatkan tiga perunggu dan tiga honorable mention di ajang yang sama.
Ajang ini menempatkan tim Indonesia di peringkat ke-5, di bawah Korea Selatan, China, Taiwan, dan Rusia.
"Peringkat kita di atas Jepang, Singapura, Thailand, Hong Kong, India, Vietnam, Australia, Israel, dan sejumlah negara lainnya," kata Herry kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Siswa-siswa Indonesia yang mengharumkan nama bangsa adalah:
1. Ackhava Adam Malonda (SMA Wardaya, Jakarta) – Medali Emas
2. Evan Syatia To (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang) – Medali Emas
3. Gusti Komang Abhika Atmaja (SMA Kesatuan Bangsa, Yogyakarta) – Medali Perunggu
4. Juan Richie (SMA Kristen Immanuel, Pontianak) – Medali Perunggu
5. Bagasmora Andreo Sibarani (SMA Darma Yudha, Pekanbaru) – Medali Perunggu
6. Ferrel Gabriel (SMAK 1 Penabur, Jakarta) – Honorable Mention
7. Arrow Dunatos Pascha Kristian (SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta) – Honorable Mention
8. Kayser Huang (SMA Darma Yudha, Pekanbaru) – Honorable Mention
Herry mengatakan torehan ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan mengingat APHO tahun ini juga menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah. Menurutnya, total ada 208 peserta dari 28 tim yang ikut berkontestasi dalam olimpiade ini.
"Negara dan wilayah yang berpartisipasi meliputi Australia, Bangladesh, China, Chinese Taipei, Hong Kong, India, Indonesia, Israel, Jepang, Kanada (tim tamu), Kazakhstan, Kirgistan, Korea Selatan (2 tim), Makau, Malaysia, Mongolia, Qatar, Rumania (tim tamu), Rusia, Arab Saudi, Singapura, Tajikistan, Thailand, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam," lanjut dia.
Proses seleksi, pembinaan, dan pelatihan dilakukan oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (Simetri) melalui tiga tahapan seleksi yang terbuka bagi seluruh siswa Indonesia tanpa dipungut biaya.
"Rombongan delegasi Indonesia dijadwalkan tiba kembali di Jakarta pada 26 Mei 2026 pukul 00.40 WIB dengan penerbangan VN635," kata Herry.
Editor: Reza Fajri