Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Malaysia saat Bareng Perempuan asal Kazakhstan
JAKARTA, iNews.id - Polisi menyatakan bandar narkoba The Doctor alias Charlie alias Andre Fernando ditangkap sedang bersama perempuan asal Kazakhstan. Penangkapan itu dilakukan Crowne Plaza Penang, pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut Andre ditangkap oleh tim gabungan bersama Hubinter Polri dan kepolisian Malaysia.
"Yang bersangkutan berada di Crowne Plaza Penang Straits City di kamar nomor 1923 bersama satu orang perempuan kewarganegaraan Kazakhstan bernama Bibigul Robetsonsky," kata Eko dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (8/4/2026).
Eko menjelaskan dari hasil penggeledahan diketahui Andre tidak membawa paspor. Sehingga tidak bisa langsung dipulangkan sebelum diterbitkannya Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) oleh KJRI Penang.
Tampang Andre The Doctor, Pemasok Narkoba Ko Erwin yang Ditangkap di Malaysia
Ia mengatakan Andre juga sempat melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buronan Bareskrim Polri. Eko menyebut Andre juga sempat membuang iPhone 16 miliknya di jalan tol dari Kuala Lumpur ke arah Selangor.
Bareskrim Terbitkan DPO, Buru Tangan Kanan Bandar Narkoba The Doctor
"Dengan maksud menghilangkan jejak dan barang bukti yang ada di handphone tersebut," tuturnya.
Lebih lanjut, Eko menyebut Andre tercatat meninggalkan wilayah Indonesia sejak tanggal 20 Februari 2024 dengan menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ326 dari Juanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Ko Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Andre disebut merupakan sosok yang menyediakan sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu yang diterima seberat 3 kg.
Ko Andre memiliki jaringan di daerah Riau. Ia memasukkan cartridge vape yang mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborghini melalui jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau.
Editor: Puti Aini Yasmin