Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Advertisement . Scroll to see content

Bakom Tak Setuju Program MBG Dihentikan: Korupsinya yang Dibasmi

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:18:00 WIB
Bakom Tak Setuju Program MBG Dihentikan: Korupsinya yang Dibasmi
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) (foto: Isra Triansyah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Hariqo Wibawa Satria menekankan, kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak bisa menjadi alasan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia mengajak masyarakat untuk belajar dari pengalaman negara-negara maju yang telah lebih dulu menerapkan program serupa.

Menurut dia, negara-negara dengan sistem terbaik sekalipun tidak luput dari tantangan korupsi dalam pelaksanaan program makan gratis. Dia mencontohkan Jepang dan Amerika Serikat yang tetap menghadapi kasus korupsi meski memiliki sistem yang kuat.

"Tanpa ada maksud untuk meremehkan kasus korupsi, tetapi program makan bergizi gratis ini kita harus belajar dari negara-negara lain. Di Jepang, negara yang terbaik program makan bergizi gratisnya, ada korupsi. Di Amerika Serikat, tahun 2024 kemarin, kasus besar," kata Hariqo, dikutip Minggu (28/6/2026).

Dia menyoroti rekam jejak Korea Selatan yang telah memulai program ini sejak tahun 2011. Menurutnya, meski sempat diterpa isu korupsi pada tahun 2015, pemerintah Korea Selatan memilih membersihkan oknumnya ketimbang menghentikan programnya.

"Nah di Korea Selatan, itu program makan bergizi gratisnya, itu mulai tahun 2011. Tahun 2015, ada korupsi, tetapi bukan programnya yang dihentikan, tapi korupsinya yang dibasmi," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Keenam tersangka yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Kemudian, Asep Yusuf Somantri selaku orang dekat Sony Sonjaya, Andri Mulyono selaku Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal dan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), Glory Harimas Sihombing.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut