Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa

Senin, 11 Mei 2026 - 14:49:00 WIB
Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana membentuk satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang akan menjadi lokasi pembangunan gudang penyimpanan minyak dengan skala besar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Bahlil menyebut, saat ini pihaknya tengah menyusun kajian kelayakan yang rencananya proyek akan dibangun di wilayah Sumatra. Wacana proyek ini muncul setelah sebelumnya Rusia berencana untuk melakukan investasi di Indonesia.

"Kita kan sedang menyusun Feasibility Study (studi kelayakan), lagi berjalan. Kita berencana akan bangun kawasan itu (gudang penyimpanan minyak) di Sumatera, kita akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ucap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Sejalan dengan rencana pembangunan gudang penyimpanan tersebut, Bahlil juga menawarkan dalam forum KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, agar Indonesia menjadi hub penyimpanan energi untuk negara-negara di Asia Tenggara. Dengan begitu, nantinya jika negara-negara kawasan menyetujui, Indonesia akan menjadi negara penyuplai minyak untuk kawasan ASEAN.

"Kita membangun cadangan (penyimpanan minyak) yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara," tuturnya.

Sebelumnya, dalam lawatan Bahlil dan Presiden Prabowo ke Rusia melahirkan kesepakatan terkait rencana Rusia membangun gudang penyimpanan minyak di Indonesia dalam kapasitas besar. Pembangunan storage BBM itu dilakukan dalam jangka panjang dengan skema kerjasama pemerintah dengan pemerintah atau G to G, serta B to B melalui PT Pertamina (Persero).

"Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan," ujar Bahlil di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/4).

Lebih jauh, Bahlil menyebut rencananya gudang penyimpan minyak itu akan berlokasi di pulau Sumatera. Saat ini proyek tersebut tengah dalam penyusunan FS (feasibility study) yang targetnya akan rampung pada tahun ini, sebelum masuk dalam tahap konstruksi.

"FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut