Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arab Saudi Ungkap Kerugian Serangan Iran, Produksi Minyak Berkurang Ratusan Ribu Barel per Hari
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Ikut Kerek PNBP, Ini Penjelasannya 

Sabtu, 11 April 2026 - 06:20:00 WIB
Bahlil Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Ikut Kerek PNBP, Ini Penjelasannya 
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, terdapat potensi PNBP ikut terkerek dari kenaikan harga minyak mentah dunia. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia tidak membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar. Sebab, ada potensi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ikut terkerek dari kenaikan minyak mentah tersebut. 

Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia memang melampaui asumsi APBN 2026 di level 70 dolar AS per barel. Adapun saat ini harga minyak mentah dunia dikisaran angka 100 dolar AS per barel, yang membuat subsidi energi ikut melonjak. 

"Saya ingin mengatakan bahwa kenaikan ICP dari 70 dolar AS itu kita bisa menambah anggaran subsidi BBM, tanpa LPG, kurang lebih sekitar Rp220-230 triliun lebih," ujar Bahlil dalam acara peluncuran Buku Satya Widya Yudha di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menjelaskan, target PNBP sektor migas tahun 2026 dengan asumsi harga minyak dunia 70 dolar AS sekitar 10,8 miliar dolar AS atau setara Rp184 triliun. Sedangkan, dengan kenaikan harga minyak 100 dolar AS per barel, maka potensi PNBP yang bisa diperoleh meningkat menjadi 17,6 miliar dolar AS atau setara Rp300 triliun (kurs Rp17.090 per dolar AS).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut