Bahlil Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Ikut Kerek PNBP, Ini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia tidak membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar. Sebab, ada potensi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ikut terkerek dari kenaikan minyak mentah tersebut.
Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia memang melampaui asumsi APBN 2026 di level 70 dolar AS per barel. Adapun saat ini harga minyak mentah dunia dikisaran angka 100 dolar AS per barel, yang membuat subsidi energi ikut melonjak.
"Saya ingin mengatakan bahwa kenaikan ICP dari 70 dolar AS itu kita bisa menambah anggaran subsidi BBM, tanpa LPG, kurang lebih sekitar Rp220-230 triliun lebih," ujar Bahlil dalam acara peluncuran Buku Satya Widya Yudha di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Bahlil menjelaskan, target PNBP sektor migas tahun 2026 dengan asumsi harga minyak dunia 70 dolar AS sekitar 10,8 miliar dolar AS atau setara Rp184 triliun. Sedangkan, dengan kenaikan harga minyak 100 dolar AS per barel, maka potensi PNBP yang bisa diperoleh meningkat menjadi 17,6 miliar dolar AS atau setara Rp300 triliun (kurs Rp17.090 per dolar AS).
Prabowo Ingatkan Bahlil soal Stok BBM RI: Aman tapi Jangan Santai-santai!