Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026 - 13:20:00 WIB
Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dok. Setkab)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kabar baik. Menurutnya, minyak mentah dari Rusia segera masuk ke Indonesia.

Masuknya minyak dari Rusia ini juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” kata Bahlil, dikutip Minggu (3/5/2026)

Namun, Bahlil tak menjelaskan secara rinci volume impor minyak Rusia yang segera masuk ke Indonesia. Begitu juga mengenai kilang yang nantinya akan mengolah minyak mentah itu.

Dia menilai, yang terpenting saat ini negara harus mengutamakan keamanan pasokan energi di tengah kondisi geopolitik yang sedang panas.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” katanya.

Selain itu, pemerintah membuka peluang impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan karena stok dalam negeri yang disebut masih cukup.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Impor itu juga untuk pemenuhan industri. 

Yuliot mengatakan impor minyak dari Rusia tidak diserap seluruhnya oleh PT Pertamina (Persero). Sebab, para pelaku industri bisa langsung membeli minyak tersebut untuk kebutuhan aktivitas pertambangan, hingga pabrik petrokimia, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi plastik, karet sintetis, serat pakaian, pupuk dan deterjen.

"Ini kan juga ada industri juga ya, kemudian ada kegiatan tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, kan juga diperlukan," ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut