Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Truk Patah As Roda di Depan Halte Widya Candra, Jalan Gatot Subroto Macet Parah
Advertisement . Scroll to see content

Aprilia Manganang Jadi Lelaki, Dokter RSPAD: Selama Ini Tak Pernah Haid dan Tak Punya Rahim

Jumat, 19 Maret 2021 - 12:52:00 WIB
Aprilia Manganang Jadi Lelaki, Dokter RSPAD: Selama Ini Tak Pernah Haid dan Tak Punya Rahim
Nama Aprilia Manganang resmi berubah menjadi Aprilio Perkasa Manganang, Jumat (19/3/2021) dalam sidang secara virtual di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (19/3/2021).. (Foto: MNC Portal/Subhan Sabu)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dokter spesialis bedah plastik RSPAD Gatot Subroto yang menjadi saksi ahli persidangan pergantian status Serda Aprilia Santini Manganang, Kolonel CKM Guntoro mengungkapkan yang bersangkutan selama ini tidak pernah haid atau menstruasi. Fakta ini diperoleh usai pemeriksaan kesehatan lengkap. 

Hal itu terungkap setelah dokter Guntoro memeriksa organ dalam Aprilia Manganang menggunakan Magnetic Resonant Imaging (MRI) pada 9 Februari lalu.

"Selama ini Aprilia tidak pernah haid atau menstruasi. Jadi ini sesuai, memang dia tidak punya rahim," kata Guntoro di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021). 

Guntoro memaparkan, ketika memeriksa rongga panggul menggunakan MRI, dirinya tidak menemukan penanda bahwa Manganang merupakan perempuan. Seperti misalnya rahim, indung telur ataupun vagina, justru yang ditemukan dari pemeriksaan adalah prostat.

"Prostat itu hanya dimiliki oleh laki-laki. Demikian juga dari MRI dipastikan juga di kantong buah zakar itu memang ada testisnya. Itu juga menunjukkan Aprilia ini laki-laki," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada postur tubuh dan pemeriksaan menggunakan MRI ini, dokter Guntoro mendiagnosis Aprilia menderita hipospadia. Hipospadia adalah kelainan anatomis bawaan lahir yang diderita oleh anak laki-laki berakibat ukuran penis yang kecil dan melengkung ke bawah ataupun ke dalam.

"Kemudian muara saluran kencing tidak berada pada posisi yang normal yaitu di ujung penis, tapi di bagian bawah penis dengan variasinya sampai ada yang di bawah kantung kemaluan atau buah zakar. Ini termasuk kategori hipospadia yang berat, kita sebutnya hipospadia tipe scrostalis," katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut