Apa Itu Hilal? Ini Pengertian, Kriteria dan Cara Melihatnya
JAKARTA, iNews.id - Pertanyaan apa itu hilal banyak dicari masyarakat jelang sidang isbat. Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada Selasa (17/2/2026).
Melansir laman resmi Kemenag, hasil sidang Isbat puasa 2026 akan diumumkan pada pukul 19.05 WIB. Sedangkan, jam sidang isbat puasa dimulai dari pukul 16.40 WIB.
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.
Mengutip laman resmi BMKG, hilal biasanya diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.
Catat! Ini Kriteria Penentuan 1 Ramadan 2026 dari Pemerintah
- Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam.
- Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat.
3 Negara Ini Putuskan Puasa Ramadan 2026 mulai 19 Februari
Hilal dilihat dengan cara mengamati visibilitas hilal baik dengan mata telanjang atau alat bantu, seperti teleskop. Langkah ini juga dikenal dengan nama rukyat.
Biasanya, akan terlihat bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Hilal dapat dilihat setelah Matahari terbenam.
Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis.
Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.
Jadi, sudah tahu kan apa itu hilal, kriteria dan cara melihatnya. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Editor: Puti Aini Yasmin