Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bulog Ubah Desain Kemasan Beras akibat Kenaikan Harga Plastik
Advertisement . Scroll to see content

Amran Targetkan Stok Beras Nasional Tembus 5,5 Juta Ton di Akhir Bulan Ini

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:31:00 WIB
Amran Targetkan Stok Beras Nasional Tembus 5,5 Juta Ton di Akhir Bulan Ini
Mentan Amran Sulaiman menargetkan stok beras nasional 5,5 juta di akhir bulan ini. Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026. Target tersebut disampaikan setelah stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog tercatat telah menembus 5,3 juta ton.

"Jika hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton, mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton. Dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka," kata Amran di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/5/2026).

Amran menjelaskan, peningkatan stok beras ditopang oleh tingginya produksi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton.

Sementara Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi sebesar 36 juta ton, dan United States Department of Agriculture mencatat produksi Indonesia sebesar 34,6 juta ton.

Dari berbagai data tersebut, Amran menyebut Indonesia diperkirakan mencatat surplus beras hingga 4 juta ton.

"Jadi tiga data, data dunia, dari dunia maupun nasional, mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu surplus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian," tambah Amran.

Ia juga membandingkan capaian saat ini dengan rekor stok beras nasional sebelumnya yang tercatat pada 1984 sebesar 2,6 juta ton. Saat itu, Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO pada masa pemerintahan Presiden Suharto.

Dan saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton.

"Bulog ini dulu tertinggi stoknya 2,6 juta ton, tahun 1984. Saat Bapak Presiden Pak Harto mendapatkan penghargaan dari FAO. Sekarang di era Bapak Prabowo, kita mencapai puncaknya 5,3 juta ton dan penghargaan dari FAO dua kali kita terima berturut-turut," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut