Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AHY Ungkap Biang Kerok Banjir Jabodetabek: Sampah hingga Penyalahgunaan Lahan!
Advertisement . Scroll to see content

AHY Ungkap Normalisasi Kali Ciliwung Tembus 17 Km, 52 Persen dari Target

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:08:00 WIB
AHY Ungkap Normalisasi Kali Ciliwung Tembus 17 Km, 52 Persen dari Target
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengunjungi Inlet Sodetan Kali Ciliwung di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap progres normalisasi dan revitalisasi Kali Ciliwung telah mencapai 17 kilometer (km). Angka tersebut setara 52 persen dari target total sepanjang 33 km.

Pernyataan ini disampaikan AHY saat mengunjungi Inlet Sodetan Kali Ciliwung di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, pemerintah masih harus menyelesaikan sekitar 16 km normalisasi untuk mengurangi risiko banjir.

"Saat ini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi termasuk normalisasi sungai kurang lebih 33 kilometer, yang sudah dilakukan 17 kilometer atau 52 persennya, sisanya 16 kilometer," ucap AHY.

Dalam kunjungan itu, AHY bersama jajaran kementerian juga meninjau langsung sejumlah titik rawan banjir dengan menyusuri sungai menggunakan perahu karet dari Rawajati hingga Bidara Cina sejauh kurang lebih 5 km.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sekitar 2,3 km area yang dinilai menjadi titik paling rawan banjir dan membutuhkan penanganan segera.

"Ada 2,3 kilometer di mana itu merupakan titik-titik yang paling mungkin terjadi banjir setiap saat. Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan, anggaran juga bisa dihitung," kata dia.

AHY membeberkan sejumlah tantangan dalam normalisasi Kali Ciliwung. Tantangan utamanya adalah persoalan pembebasan lahan dan keberadaan bangunan di sempadan sungai yang menyebabkan penyempitan aliran air.

"Memang tantangannya selalu di antaranya adalah lahan. Tadi Ibu Wamen (PU) juga menyampaikan lahannya sering kali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya. Itulah mengapa kolaborasi pemerintah pusat dan Pemprov ini menjadi sangat penting dan masyarakat juga harus terlibat dalam upaya besar ini," ucapnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sempadan sungai dari pembangunan liar yang dapat mempersempit aliran sungai.

"Karena percuma kita bikin tanggul kemudian juga terus dilakukan pembangunan-pembangunan liar yang seharusnya tidak boleh. Kalau membangun sesuatu yang keras di sempadan sungai, maka sudah pasti ini akan membuat sungai kita makin lama makin sempit," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut