Ahli Digital Forensik Sebut Jokowi's White Paper Bukan Kajian Ilmiah, Tak Ada Studi Komparasi
JAKARTA, iNews.id - Ahli digital forensik Josua Sinambela mengkritik buku Jokowi's White Paper yang ditulis Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, hingga Rismon Sianipar. Josua menyebut buku itu tak bisa disebut sebagai penelitian.
"Jadi terutama mungkin yang dilakukan oleh Rismon sendiri, yang dianggap dia merupakan penelitian, itu (buku Jokowi's White Paper), sangat jauh dari penelitian," kata Josua Sinambela dalam program Interupsi di iNews, Kamis (21/8/2025).
Menurut Josua, salah satu unsur penting dari penelitian adalah adanya studi komparasi. Unsur itu justru tidak dalam buku putih tersebut.
"Dia tidak membandingkan skripsi teman-teman Jokowi. Dia tidak membandingkan dengan skripsi tahun 80-an yang ada pada saat itu di sekitar kampus UGM," jelas Josua.
Rismon Sianipar: Buku Jokowi's White Paper Bukti Ijazah Palsu, Bukan Serangan Personal
Padahal, dia mengaku pernah menyelisik sebanyak 40 skripsi di era yang sama dengan Jokowi. Dia menemukan skripsi-skripsi itu serupa dengan milik Jokowi.
Bahkan, menurutnya, skripsi yang sama juga ditemukan di fakultas lain.
Diperiksa Polda Metro, Dokter Tifa Bawa Buku Jokowi's White Paper
"Jadi ada 40-an skripsi saya dokumentasi itu isinya sama, font-nya juga sama, dan cetaknya juga sama menggunakan percetakan perdana," kata dia.
"Saya juga sudah melakukan survei juga ke fakultas lain, di fakultas hukum saya menemukan ratusan skripsi yang kurang lebih sama seperti skripsi Jokowi," tutur dia.
Roy Suryo: Buku Jokowi's White Paper Diawali Pengakuan Jokowi Tahun 2013
Editor: Rizky Agustian