8 Jenis Paragraf Berdasarkan Isinya, Lengkap Contohnya
JAKARTA, iNews.id - Jenis paragraf dalam bahasa Indonesia memiliki banyak macamnya. Paragraf terbagi menjadi banyak jenis dilihat dari letak gagasan utamanya dan tujuannya. Ini penjelasannya.
Paragraf adalah suatu rangkaian dari banyak kalimat, biasanya satu paragraf terdiri atas empat hingga sepuluh kalimat. Dalam satu paragraf pasti terdapat satu kalimat utama dan sisanya merupakan kalimat pendukung, seperti dikutip buku “Modul Bahasa Indonesia SD Kelas IV” karya Agus Sasono.
Jenis paragraf dilihat dari gagasan utamanya
Dalam paragraf ini, kalimat utama atau gagasan utamanya terdapat di bagian awal. Sedangkan kalimat-kalimat yang lain hanya menjadi kalimat pendukung. Biasanya jenis paragraf ini yang paling sering kita temui dalam teks.
Gagasan Pokok Adalah Pokok Pembicaraan Paragraf, Ini Penjelasan, Ciri-ciri dan Cara Menentukan
Contoh:
Kebudayaan dibagi atas dua macam yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan non fisik Kebudayaan fisik tanpa jelas dengan merujuk pada benda-benda Kebudayaan non fisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh lain kebudayaan fisik adalah patung, lukisan, rumah, mobil, dan jembatan.
Contoh kebudayaan yang berupa pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, tidur, bertani, bahkan berkelahi.
Jenis paragraf yang satu ini berbeda dengan jenis yang sebelumnya, paragraf induktif memiliki gagasan utama di akhir paragraf sebagai simpulan dari paragraf. Kalimat-kalimat yang di awal paragraf merupakan kalimat-kalimat pendukung untuk kalimat utama yang ada di akhir.
Ciri dari jenis paragraf ini adalah menggunakan kata kata seperti “karena itu”, “oleh sebab itu” , “jadi”, “dengan begitu”, dan “dengan demikian”.
Contoh:
Yang dimaksud dengan kebudayaan fiksi tampak jelas karena merujuk pada benda-benda Kebudayaan non fisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh kebudayaan yang berupa pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika.
Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, tidur, bertani dan bahkan berkelahi. Jadi, kebudayaan dapat dibagi atas dua macam, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan non fisik
Tidak seperti kedua jenis paragraf sebelumnya, jenis paragraf ini memiliki letak kalimat utama atau gagasan utama di awal dan di akhir kalimat. Kalimat awal yang menjadi gagasan utama merupakan inti kalimat dan kalimat akhir yang menjadi gagasan utama merupakan penekanan kembali gagasan utama yang telah ada. Namun jenis paragraf ini sangat jarang kita temui.
Contoh:
Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah-murah sehat dan kuat Departemen sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah tetapi kuat. Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik perhatian para ahli Bahan ini tahan api dan tahan air.
Lagi pula bahan perlit dapat dicetak menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah murah, sehat, kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
Jenis paragraf menurut tujuannya
Paragraf jenis ini menceritakan suatu hal dengan berurutan. Kalimat yang disusun biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar pembaca dapat membayangkan kejadian yang diceritakan dalam paragraf. Jenis paragraf ini biasanya kita dapati di cerpen, novel, maupun cerita rakyat.
Contoh:
Malam itu ayah benar-benar marah. Aku sama sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan, ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenalkan aku dengan Siti.
Jenis paragraf ini memiliki tujuan agar pembaca dapat merasakan hal yang diceritakan dengan nyata. Sehingga seolah-olah pembaca ada di dalam cerita tersebut. Biasanya jenis paragraf ini terdapat dalam sebuah cerita.
Contoh:
Pak Tohir mempunyai mobil sedan. Mobil merek Honda buatan tahun 1988 itu warnanya abu-abu metalik. Meskipun cukup tua, catnya masih mulus. Mesinnya tidak pernah rewel. Begitu distater langsung "greng". Hidup. Bunyi mesinnya halus. Asap yang keluar dari knalpotnya tidak banyak. Mobil itu masih mampu menempuh jarak jauh.
Paragraf eksposisi merupakan jenis paragraf yang berisi tentang penjelasan tentang kenyataan. Ciri-ciri dari paragraf ini adalah informasi fakta dari berita maupun penelitian namun tidak memasukan opini penulisnya. Biasanya sering kita jumpai pada artikel-artikel berita.
Contoh:
Yang membedakan zaman prasejarah dan zaman sejarah adalah adanya tulisan. Zaman prasejarah ditandai tidak adanya tulisan. Semua peristiwa penting yang terjadi pada waktu itu tidak diabadikan dengan tulisan sehingga tidak diketahui generasi sesudahnya.
Baru, setelah ditemukan batu bertulis, peristiwa penting masa lalu dapat diketahui dan manusia meninggalkan zaman prasejarah untuk memasuki zaman prasejarah.
Paragraf ini memiliki tujuan memberikan pendapat pada para pembaca. Dari pendapat-pendapat penulis tersebut akan diakhiri dengan kesimpulan.
Contoh:
Untuk meningkatkan perekonomian negara, kita harus meningkatkan pembangunan dalam bidang industri. Kenyataan membuktikan bahwa negara-negara yang lebih dulu maju itu dapat menjadi negara maju bukan hanya bertumpu pada pertanian, melainkan pada industri. Amerika, Jerman, Korea, dan Jepang adalah contoh negara-negara maju karena sektor industri di negara-negara itu berkembang pesat.
Paragraf jenis ini bertujuan untuk mempengaruhi pembacanya. Ciri dari paragraf ini adalah menggunakan kata ajakan seperti ayo dan mari.
Contoh:
Banyak orang yang meremehkan sampah. Bahkan, tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkannya. Walaupun tempat sampah banyak disediakan, tetapi kepedulian seseorang terhadap sampah sangat kurang.
Sebagai siswa, kamu sebaiknya menyadari dan memiliki sikap peduli terhadap sampah. Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempat sampah.
Nah, sudah bisa membedakan jenis paragraf berdasarkan isinya bukan? Selamat belajar!
Editor: Puti Aini Yasmin