Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apdesi Demo di Monas, Suarakan Sejumlah Tuntutan terkait Dana Desa
Advertisement . Scroll to see content

59 Desa di Bangkalan Kekurangan Dana Desa untuk Penyaluran BLT

Rabu, 15 Desember 2021 - 19:55:00 WIB
59 Desa di Bangkalan Kekurangan Dana Desa untuk Penyaluran BLT
Ilustrasi dana desa. (Foto ist).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 59 desa dari 273 desa di Bangkalan Madura, Jawa Timur tidak memiliki Dana Desa yang cukup. Sebab terkendala penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma mendorong top up BLT Desa melalui APBD Kabupaten dan Provinsi.

"Itu sudah sesuai skema. Hasil verifikasi lapangan ini akan kami sampaikan melalui Rapat Koordinasi Program Prioritas Pengentasan Kemiskinan Esktrem bersama Kementerian/Lembaga dan stakeholders terkait," kata Panutan di Bangkalan, Rabu (15/12).

Diketahui, Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu dari 35 kabupaten prioritas penyaluran BLT Desa. Pasalnya, tercatat 20,56% penduduk Bangkalan merupakan penduduk miskin, dengan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 12,44%.

Panutan menjelaskan, pemerintah memberikan tambahan (top up) BLT Desa dan BPNT masing-masing sebesar Rp300.000 selama tiga bulan khusus untuk masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem di 35 kabupaten tersebut. Panutan juga menuturkan bahwa bantuan top up BLT diberikan kepada 694.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan ditargetkan tuntas penyalurannya akhir tahun ini.

Selain soal BLT Desa, Panutan dan tim Kedeputian III KSP juga melaksanakan monitoring penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bersama perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Dalam hal ini, BRI merupakan penyalur utama BPNT di Bangkalan.

Menurut Regional Micro Banking Head BRI Surabaya, Asep Nurdin, menurut _Regional Micro Banking Head_ Bank Rakyat Indonesia Surabaya, Asep Nurdin, mengatakan bahwa E-warong/BRILink yang berada di Bangkalan dapat digunakan sebagai sarana penarikan uang oleh para penerima top up BPNT.

"Sesuai dengan konsep top up yang bisa ditarik tunai sehingga KPM tidak perlu mengunjungi kantor cabang," kata Asep 

Sebagai catatan, hingga Rabu (15/12) pagi belum ada penyaluran top up BPNT di Bangkalan, Jawa Timur

Panutan menambahkan, pemerintah pusat berharap program top up BLT Desa dan BPNT dapat membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrem guna mencapai target 0% di tahun 2024. Apalagi, pengentasan kemiskinan ekstrem secara nasional ditargetkan untuk mencapai nol persen di tahun 2024. 

"Berdasarkan data BPS, tahun ini tingkat kemiskinan esktrem saat ini masih di kisaran 4% atau mencakup hampir 10 juta jiwa," kata Panutan.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut