5 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak Konflik Timur Tengah, Ini Daftarnya
DENPASAR, iNews.id - Sebanyak lima penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali terdampak imbas konflik yang terjadi di Timur Tengah. Sebab, terdapat penutupan wilayah udara di sejumlah negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Iran.
Berdasarkan pemantauan Kantor Imigrasi Ngurah Rai per Minggu (01/03/2026) pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963 dan QR961), dan Emirates (EK369 dan EK399).
“Gangguan ini berpotensi menyebabkan perubahan arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik akibat pembatalan maupun pengalihan rute penerbangan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, Imigrasi Ngurah Rai langsung mengaktifkan langkah siaga untuk memastikan pelayanan keimigrasian tetap berjalan lancar dan kondusif.
MUI Desak RI Keluar dari Dewan Perdamaian Bentukan Trump usai Serangan AS-Israel ke Iran
Salah satu fokus utama Imigrasi adalah potensi terjadinya overstay bagi warga negara asing (WNA) yang izin tinggalnya habis namun tidak bisa terbang karena pembatalan maskapai.
Kedubes Iran Apresiasi Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik, Minta Tegas Kutuk Serangan AS-Israel
“Bagi penumpang yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan, dapat segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara," ujar dia.
Ia memastikan setiap kasus akan ditangani secara profesional dan proporsional, dengan tetap menjunjung prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik.
"Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya rute transit Timur Tengah, untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara,” jelas dia.
Editor: Puti Aini Yasmin