5 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat Lengkap Struktur dan Cara Membuatnya
JAKARTA, iNews.id - Contoh teks laporan hasil observasi dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Materi ini bahkan sering keluar dalam soal ujian. Berikut contoh, struktur dan cara membuatnya.
Laporan hasil observasi adalah laporan dari sebuah pengamatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menginformasikan hasil yang sudah diperoleh kepada orang banyak atau sekelompok orang. Laporan tersebut juga disebut dengan teks klasifikasi.
Dikutip dari buku 'Super Complete' terbitan Magenta Media, contoh teks laporan hasil observasi berbeda dengan deskripsi. Hal itu terlihat dari sifat teks laporan yang meluas. Sedangkan, deskripsi lebih individual.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat beserta Strukturnya
Membuat teks Laporan Hasil Observasi
Judul: kebersihan lingkungan kompleks perumahan
Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Struktur, Jenis, Ciri-ciri dan Contohnya
Kebersihan lingkungan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kebersihan lingkungan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Kondisi kebersihan lingkungan di perumahan Cendara sangat baik. Selokan terpelihara dengan baik dan tidak tersumbat. Tempat pembuangan sampah pun sudah ada di setiap depan rumah warga.
Tempat pembuangan sampah berupa tong besar atau drum. Kondisinya juga terawat sehingga tidak menimbulkan bau yang kurang sedap. Petugas kebersihan mengambil sampah setiap tiga hari sekali.
Selain itu, setiap satu bulan sekali warga Perumahan Cendana melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan rumput-rumput liar di sekitar perumahan. Kebersihan lingkungan tidak sulit untuk diterapkan apabila kita membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
Budaya hidup yang bersih dan sehat akan mendatangkan banyak manfaat bagi manusia. Kita dapat menjalankan aktivitas hidup yang sehat, produktif dan pada gilirannya menanggapi kesuksesan.
Museum Etnobotani Bogor resmi berdiri sejak 18 Mei 1982. Pada mulanya, museum tersebut merupakan gedung tempat peletakan koleksi Herbarium Bogoriense yang merupakan bagian penelitian dari Bidang Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Gedung Herbarium Bogoriense mulai didirikan pada tahun 1962. Pemanfaatan gedung Herbarium Bogoriense sebagai museum digagas pada tahun 1973. Gagasan tersebut lalu diwujudkan pada 1982 dan diresmikan oleh BJ Habibie (Menristek waktu itu).
Jenis koleksi yang ditampilkan di Museum Etnobotani adalah segala hal yang berkaitan dengan tumbuhan, serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, hampir semua benda yang terbuat dari tumbuhan dan memiliki nilai kultural dapat menjadi koleksi Museum Etnobotani.
Contoh koleksi Museum Etnobotani, yaitu fosil-fosil tumbuhan, perkakas yang terbuat dari tumbuhan dan herbarium. Penyajian koleksi dilakukan dengan cara memajang koleksi di lemari, rak atau meja display.
Dari hasil pengamatan saya, seluruh koleksi yang dimiliki oleh Museum Etnobotani dipamerkan dengan rapi. Seluruh koleksi tersebut terawat dengan baik. Seluruh koleksi tersebut dipajang menggunakan media tertentu, sehingga ada beberapa koleksi yang tidak boleh dipegang. Namun sayang, masih ada beberapa pengunjung yang berusaha menyentuh koleksi tersebut.
Kelinci merupakan salah satu termasuk hewan mamalia dari keluarga leporidae. Hewan kelinci ini bisa ditemui dengan mudah di berbagai daerah di muka bumi. Dahulu kelinci sendiri merupakan hewan yang sangat liar yang hidupnya di Afrika sampai kebagian Eropa.
Sampai saat ini, secara umum kelinci sendiri dibagi menjadi dua yakni kelinci liar atau bebas, serta kelinci peliharaan. Jika melihat dari fisik terutama pada bulunya, kelinci bisa dibedakan menjadi 2 jenis yakni kelinci yang berbulu panjang dan kelinci yang berbulu pendek.
Sedangkan, menurut ordonya, kelinci diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni lyon, anggora, american, english, himalayan, serta dutch. Adapun, makanan untuk kelinci identik memakan sayuran wortel.
Namun setelah dilakukan observasi, faktanya kelinci juga dapat diberi pakan sayur-sayuran hijau, biji-bijian, umbi-umbian serta ampas tahu. Setelah diteliti, daging kelinci ternyata bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit asma.
Saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi masalah yang cukup sulit, di antaranya kurikulum 2013 belum dipahami sepenuhnya. Permasalahan semakin menjadi-jadi ketika pandemi COVID-19 melanda.
COVID-19 merupakan bencana nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena penyebaran virusnya sangat cepat dan menyebabkan kematian. Pemerintah berusaha menghambat penyebaran COVID-19 ini dengan mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing serta bekerja/ belajar/ beribadah dari rumah.
Situasi ini merupakan hal baru bagi masyarakat, terutama para guru, orang tua, dan peserta didik. Di sini para guru dituntut untuk tetap dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan melalui online.
Padahal, para guru tersebut terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan guru literat IT, golongan guru aliterat IT, dan golongan guru Illiterate IT. Pertama, guru literat IT adalah guru yang mampu mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Guru-guru ini tentunya sudah terbiasa dalam membelajarkan peserta didiknya dengan menggunakan media internet. Pembelajaran secara online bagi mereka bukan hal yang luar biasa.
Kedua, guru aliterat IT adalah guru yang tahu IT dan paham IT, tetapi jarang atau tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran kepada peserta didik. Guru-guru ini hanya terpaku dalam pembelajaran di dalam kelas. Penggunaan internet pun hampir jarang dilakukan. Ketiga, guru iliterat IT adalah guru yang buta IT. Guru tersebut tidak mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
Guru-guru ini masih menggunakan metode dan media model lama. Mereka sama sekali tidak pernah menggunakan teknologi. Hal ini kemungkinan disebabkan fasilitas sarana dan prasarananya yang tidak ada.
Ketiga golongan guru inilah kenyataan yang berada di lapangan. Para guru ini yang akan menghadapi para peserta didik. Dengan kondisi ini, dampak dunia pendidikan sangat terasa. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.
Dunia pendidikan, organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB Unesco menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Bahkan, di Indonesia Kemendikbud memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional 2020.
Pembelajaran pun dilakukan di rumah. Para guru diminta untuk membuat rencana pembelajaran. Hal ini bukanlah hal mudah untuk mengubah kebiasaan mengajar di depan kelas dengan mengajar virtual tidak gampang.
Bukan hanya guru yang harus beradaptasi dengan kondisi ini, melainkan orang tua dan peserta didik juga harus beradaptasi. Orang tua harus siap mendampingi anaknya belajar di rumah.
Awalnya menyenangkan bagi siswa tertentu, tetapi akan membosankan jika terlalu lama. Orang tua mulai kerepotan mendampingi anaknya karena mereka juga memiliki aktivitas lain yang bersamaan dengan kegiatan itu.
Pembelajaran tidak lagi menyenangkan bagi peserta didik, tetapi sebaliknya, mereka jenuh dan bosan. Mereka rindu ke sekolah. Akan tetapi, pandemi ini dapat diambil manfaatnya, yaitu kesiapan guru dalam kondisi apapun dan kreativitas guru dalam pembelajarannya kepada peserta didik.
Guru-guru diharapkan tidak hanya memberikan tugas dan tugas kepada peserta didik sehingga membuat mereka stres. Guru juga harus dapat mengubah kebiasaannya dalam mengajar. Sebelumnya, guru terbiasa mulai mengajar dari konten kemudian proses.
Karena kondisi ini, pembelajaran pun harus disesuaikan. Guru harus terbiasa mulai mengajar dari proses baru kemudian kontennya. Hal ini membutuhkan pelatihan untuk para guru. Selain itu, guru harus siap membuka dirinya terhadap kemajuan teknologi demi kepentingan dan kemajuan peserta didik serta pendidikan di Indonesia.
Gajah merupakan mamalia sekaligus hewan darat terbesar di dunia yang masih hidup dan lestari hingga kini. Spesies gajah Asia dan gajah Afrika mulai terpecah kira-kira dua juta tahun lalu.
Penyebaran gajah di Asia sangat banyak. Sebagai anggota dari kelas mamalia, gajah berkembangbiak dengan cara melahirkan dan hidup dalam urutan sosial yang terstruktur.
Sepanjang 55 juta tahun terdapat 500 spesies gajah yang dikenal dan hanya dua spesies yang masih ada, yaitu Gajah Asia elephas maximus dan Gajah Afrika loxodonta africana.
Gajah Asia berbeda dengan gajah Afrika. Gajah Asia memiliki telinga lebih kecil sedikit daripada gajah Afrika, mempunyai dahi yang rata, dan dua bonggol di kepalanya merupakan puncak tertinggi gajah, dibandingkan dengan gajah Afrika yang mempunyai hanya satu bonggol di atas kepala. Selain itu, ujung belalai gajah Asia hanya mempunyai 1 bibir, sedangkan gajah Afrika mempunyai 2 bibir di ujung belalai.
Meskipun berbadan besar, gajah adalah hewan perenang yang andal. Mereka dapat berenang selama 6 jam dengan jarak hingga 50 km. Gading gajah yang besar merupakan sepasang gigi seri pada bagian depan rahang atas, yang terus tumbuh selama gajah hidup meskipun tidak tumbuh terlalu panjang.
Tengkorak gajah yang besar dan kuat, berisi otak yang sangat cerdas. Oleh karena itu, gajah mempunyai ingatan yang sangat baik dan jarang melupakan perintah-perintah yang telah diajarkan.
Seekor gajah mampu mengingat 25 perintah atau aba-aba dan mampu membuat alat untuk digunakan sendiri. Contohnya, gajah akan mematahkan tonggak kayu untuk menggaruk punggungnya.
Semoga contoh teks laporan hasil observasi di atas bisa dipahami dan menambah wawasan kamu ya!
Editor: Puti Aini Yasmin