Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Aktivitas SOTR yang Seru sekaligus Berfaedah, Nomor 4 Wajib Dicoba!
Advertisement . Scroll to see content

5 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan dan Judulnya 2026 yang Penuh Berkah

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:00:00 WIB
5 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan dan Judulnya 2026 yang Penuh Berkah
Contoh ceramah singkat Ramadhan dan judulnya terbaru untuk inspirasi. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Contoh ceramah singkat Ramadhan dan judulnya terbaru banyak dicari, khususnya di bulan suci. Beberapa contoh di bawah bisa menjadi inspirasi untuk kembali menyalakan api semangat penuh berkah.

Sebagai informasi, Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam karena pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam juga wajib melaksanakan puasa selama 30 hari penuh dari waktu Subuh hingga Dzuhur.

5 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan dan Judulnya 2026 

  • 1. Ramadan dan Kejujuran yang Sunyi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ramadan mengajarkan kita satu hal yang sering terlupakan: kejujuran saat tidak ada yang melihat. Saat berpuasa, kita bisa saja minum diam-diam. Tidak ada manusia yang tahu. Tapi kita tidak melakukannya. Mengapa? Karena kita sadar Allah melihat.

Itulah inti puasa. Bukan sekadar menahan lapar, tetapi melatih integritas. Jika saat puasa kita jujur dalam hal kecil, seharusnya setelah Ramadhan kita juga jujur dalam pekerjaan, dalam bisnis, dalam amanah.

Ramadhan adalah latihan karakter. Jika setelah sebulan kita masih mudah berbohong, berarti yang lapar hanya perut, bukan ego kita.

Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita pribadi yang jujur, bahkan ketika tidak ada satu pun manusia yang menyaksikan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • 2. Puasa dan Empati Sosial

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setiap sore menjelang berbuka, kita merasakan lapar dan haus. Tapi ada saudara kita yang merasakan itu bukan hanya saat Ramadhan, melainkan setiap hari.

Puasa bukan sekadar ibadah individual. Ia adalah jembatan empati. Allah membuat kita lapar agar hati kita lembut. Agar kita tidak sombong dengan rezeki yang kita miliki.

Ramadhan seharusnya membuat kita lebih ringan memberi, lebih mudah memaafkan, dan lebih peduli kepada sekitar.

Jika Ramadhan hanya membuat kita sibuk berburu takjil, tetapi lupa berbagi, maka kita kehilangan pesannya.

Semoga puasa kita melahirkan kepedulian yang nyata, bukan hanya ritual tahunan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • 3. Contoh Ceramah Singkat Ramadhan dan Mengendalikan Diri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sering kali kita mengira musuh terbesar adalah orang lain. Padahal musuh terberat adalah diri sendiri, amarah, ego, dan hawa nafsu.

Puasa melatih kita berkata, “Saya mampu menahan diri.” Saat marah, kita ingat sedang berpuasa. Saat ingin membalas, kita memilih diam.

Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Jika kita mampu mengendalikan makan dan minum yang halal, seharusnya kita lebih mampu meninggalkan yang haram.

Orang kuat bukan yang menang dalam debat, tapi yang mampu menahan emosi.

Semoga Ramadhan ini melatih kita menjadi pribadi yang lebih sabar dan dewasa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • 4. Ramadan dan Waktu yang Tidak Kembali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setiap Ramadhan datang, satu hal pasti berkurang: usia kita. Ramadan tahun lalu mungkin bersama orang yang kini sudah tiada. Ramadhan tahun depan belum tentu kita temui.

Karena itu, jangan sia-siakan hari-hari Ramadhan. Satu ayat yang kita baca, satu sedekah yang kita keluarkan, satu doa yang kita panjatkan—semuanya bernilai besar di sisi Allah.

Ramadan bukan tentang seberapa meriah buka bersama, tetapi seberapa dekat kita dengan Al-Qur’an dan doa.

Gunakan Ramadan ini sebagai momen memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Karena waktu tidak pernah kembali.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • 5. Ramadan dan Perubahan Nyata

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tapi perlahan kembali pada kebiasaan lama. Padahal Ramadan bukan acara seremonial, melainkan proses perubahan.

Allah tidak membutuhkan lapar kita. Allah ingin melihat perubahan kita.

Jika sebelum Ramadhan kita jarang salat tepat waktu, jadikan Ramadhan sebagai titik balik. Jika sebelumnya kita sulit memaafkan, jadikan Ramadhan awal hati yang lapang.

Perubahan tidak harus besar. Mulai dari hal kecil, tapi konsisten.

Semoga Ramadan kali ini bukan sekadar lewat, tetapi meninggalkan jejak kebaikan dalam hidup kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian contoh ceramah singkat Ramadhan 2026

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut