Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ade Armando Batal Minta Maaf ke JK jika 40 Ormas Islam Tak Cabut Laporan
Advertisement . Scroll to see content

40 Ormas Islam Tolak Laporan soal Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 - 16:12:00 WIB
40 Ormas Islam Tolak Laporan soal Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro
Juru Bicara Aliansi 40 Ormas Islam dari unsur MN KAHMI, Syamsul Qomar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026). (Foto: Puteranegara Batubara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aliansi ormas Islam yang terdiri dari 40 organisasi menolak pelaporan terhadap Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya alias Abu Janda terkait dugaan fitnah ceramah Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Mereka telah menyurati Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono agar laporan itu tetap diusut Bareskrim Polri.

"Kami mendapat informasi LBH Hidayatullah perkaranya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, padahal telah melaporkan di Bareskrim Mabes Polri. Atas dasar itu, kami khawatir perkara kami yang kami laporkan Aliansi Ormas Islam tanggal 4 Mei 2026 itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya," kata perwakilan Aliansi Ormas Islam dari LBH Syarikat Islam, Gurun Arisastra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Gurun menyinggung dugaan pidana yang dilaporkan telah menjadi isu nasional, sehingga harus diusut oleh Bareskrim Polri. 

"Maka surat ini kami sampaikan secara tegas kepada Kabareskrim, kami ingin perkara ini tetap diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. Kami menolak untuk dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Itu kekhawatiran kami," ujarnya. 

Diketahui, Aliansi Ormas Islam yang diklaim terdiri atas 40 organisasi melaporkan pegiat Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan dilayangkan terkait beredarnya potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di UGM beberapa waktu lalu.

Mereka menuding para terlapor telah mem-framing atau mempengaruhi publik terkait ceramah JK

Menanggapi pelaporan itu, Ade Armando menegaskan dirinya tak bersalah. Dia mengklaim tak bermaksud mengadu domba atau memprovokasi pihak mana pun.

"Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa bahwa saya enggak bersalah kok. Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah. Jadi saya tetap yakin dengan sikap saya," ujar Ade.

Ade menilai, pelaporan terhadap dirinya terasa berbeda. Dia merasa ada serangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI. Nama PSI berulang kali disebut," ucap Ade.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut