Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : LPSK Siap Lindungi Saksi hingga Justice Collaborator Kasus Korupsi BGN dan Imipas
Advertisement . Scroll to see content

3 Pimpinan Baru BGN Tampil ke Publik, Ungkap Efisiensi hingga Tunda Bangun SPPG

Kamis, 04 Juni 2026 - 18:53:00 WIB
3 Pimpinan Baru BGN Tampil ke Publik, Ungkap Efisiensi hingga Tunda Bangun SPPG
Tiga pimpinan baru BGN, Nanik S Deyang, Agustina Arumsari dan Trenggono (foto: Ravie Wardani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Nanik S Deyang berjanji bakal amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Saat tampil perdana ke publik bersama jajaran pimpinan baru BGN, Nanik menyatakan siap menerima masukan dan kritik.

Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini memimpin lembaga tersebut dengan didampingi oleh dua wakil baru, yakni Agustina Arumsari dari unsur BPKP dan Mayjen TNI Trenggono.

Dia menekankan pentingnya sinergi untuk menjalani program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah. Kami butuh banyak masukan," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).

Lebih jauh, Nanik membeberkan fokus utama BGN saat ini melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat. Hal ini dilakukan melalui refocusing penerima hingga moratorium pembangunan dapur baru di wilayah tertentu.

"Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran," ujarnya.

Nanik menjelaskan, pihaknya juga telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan kelompok rentan atau 3B.

"Kami kan sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B: Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), Balita. Kalau nggak kita suspend," kata Nanik.

Di bawah kepemimpinannya, Nanik juga berencana mengubah paradigma pelaksanaan program dari sekadar mengejar angka menjadi penguatan kualitas gizi, terutama untuk anak-anak di usia emas.

"Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut