3 Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi Dibahas di Rakernas PDIP
DENPASAR, iNews.id - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali resmi ditutup. Sebelum penutupan, Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada kader partainya untuk memenangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) 2019.
Ada tiga kriteria calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi yang dibahas dalam rakernas tersebut. Sementara, satu-satunya rekomendasi yang disampaikan Megawati saat penutupan adalah menyukseskan keputusan ketua umum yang mencalonkan kembali Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019.
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan, Rakernas PDIP merumuskan tiga kriteria cawapres. Mengenai sosoknya, PDIP kembali menyerahkan ke Megawati dan Jokowi. Selain itu, PDIP akan membicarakannya dengan partai politik (parpol) koalisi.
"Kriteria yang pasti ada tiga yaitu memiliki chemistry yang cocok dengan Presiden Jokowi, menambah elektabilitas di Pemilu 2019, dan ketiga cawapres yang diusung menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Eriko di area Rakernas PDIP, di Denpasar, Bali, Minggu (25/2/2018).
Dia mengatakan, tiga kriteria itu yang dibicarakan dalam Rakernas baik secara formal maupun nonformal oleh seluruh peserta Rakernas. Menurut dia, terkait siapa sosok cawapres yang akan diusung PDIP, itu merupakan kewenangan Mega dan Jokowi sebagai capres PDIP.
"Selain itu penetapan sosok cawapres harus dibicarakan dengan partai-partai yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Saat ini kalau tidak salah ada lima partai yang menyatakan mendukung Jokowi dan tiga partai yang belum memiliki kewenangan mengusung capres," katanya.
Eriko mengatakan partainya tidak hanya mengandalkan survei untuk memutuskan siapa cawapres yang akan diusung dan didukungnya, namun berpegang pada tiga kriteria tersebut. Menurut dia, belum tentu cawapres yang elektabilabilitasnya tinggi dari hasil survei memiliki faktor yang bisa menambah perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019 dan belum tentu cocok dengan partai-partai koalisi.
"Kami tidak bisa hanya mengandalkan dari survei. Kalau saat ini sudah banyak survei yang memunculkan nama, tapi hal itu tidak mempengaruhi keputusan, karena inti keputusan itu ada tiga faktor tadi," ujarnya.
Selain itu Eriko mengatakan PDI Perjuangan masih melihat siapa mitra kompetisi Jokowi di Pilpres 2019 sehingga akan mempengaruhi cawapres yang diajukan partai tersebut. Dia menilai masih banyak hal yang akan diperhitungkan ke depan dan pembicaran mengenai cawapres masih jauh karena ada waktu yang lama untuk memutuskannya.
Editor: Azhar Azis