Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ungkap Jumlah Pengunjung Tempat Wisata di Jakarta Naik saat Libur Lebaran, Ragunan Tertinggi
Advertisement . Scroll to see content

17 Juta Orang Serbu Destinasi Lokal selama Libur Lebaran 2026, Ekonomi Bangkit!

Minggu, 05 April 2026 - 08:44:00 WIB
17 Juta Orang Serbu Destinasi Lokal selama Libur Lebaran 2026, Ekonomi Bangkit!
Keindahan Raja Ampat. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 membawa dampak besar terhadap sektor pariwisata nasional. Tercatat, sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momen libur Idulfitri 1447 H untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di dalam negeri.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengungkapkan angka tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini yang mencapai 147,55 juta orang. Jumlah ini meningkat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata saat Lebaran terus meningkat. Namun data riil masih menunggu rilis resmi dari BPS," ujar Ni Luh dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/4/2026).

Lonjakan wisatawan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Total pengeluaran masyarakat untuk kegiatan wisata selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp19,86 triliun, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp11,04 triliun.

Meski demikian, rata-rata pengeluaran per individu dan keluarga justru mengalami sedikit penurunan. Pengeluaran per keluarga tercatat turun dari Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta, sementara per orang dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta. 

Kondisi ini dinilai bukan sebagai pelemahan daya beli, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih efisien dan berorientasi pada pengalaman.

"Terjadi pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, khususnya di sektor pariwisata," katanya.

Sejumlah destinasi wisata tercatat menjadi favorit selama periode libur Lebaran. Kawasan Malioboro di Yogyakarta menjadi yang paling ramai dengan 468.004 kunjungan, disusul Ancol dengan 343.623 wisatawan. 

Selain itu, destinasi lain seperti Ragunan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Monas, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan, hingga Taman Safari Indonesia Bogor juga dipadati pengunjung.

Peningkatan aktivitas wisata ini turut berdampak luas terhadap sektor lain, seperti transportasi, kuliner, akomodasi, hingga pelaku UMKM di daerah tujuan wisata.

Tak hanya itu, pergerakan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) juga mengalami peningkatan sebesar 13,74 persen menjadi 6,66 juta perjalanan. Sementara itu, tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 24,63 persen menjadi 6,1 juta perjalanan.

Ni Luh menyebut peningkatan terbesar terjadi di Raja Ampat dengan kenaikan 19,9 persen untuk DPP, serta Kepulauan Riau yang melonjak hingga 125,5 persen untuk kategori DPR.

Dari seluruh aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran di destinasi prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun atau sekitar 61,8 persen dari total pengeluaran sektor pariwisata nasional.

Menurut Ni Luh, momentum Lebaran tidak lagi sekadar tradisi tahunan, melainkan telah menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional.

"Ke depan, momentum ini akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan destinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor pariwisata," ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut