Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mitos atau Fakta Ukuran Buah Zakar Berkaitan dengan Kesuburan Pria, Ini Penjelasan Dokter
Advertisement . Scroll to see content

15 Persen Pria di Indonesia Alami Gangguan Kesuburan, Ini Penyebabnya

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:42:00 WIB
15 Persen Pria di Indonesia Alami Gangguan Kesuburan, Ini Penyebabnya
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur mengalami gangguan kesuburan (infertilitas). (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gangguan kesuburan atau infertilitas masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang cukup tinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur mengalami infertilitas, yang berarti jutaan pasangan membutuhkan penanganan medis untuk memperoleh keturunan.

Jika direpresentasikan berdasarkan jumlah pasangan usia subur, diperkirakan sekitar empat hingga enam juta pasangan di Indonesia mengalami masalah kesuburan. Kondisi ini menjadikan edukasi mengenai infertilitas, termasuk pada pria, semakin penting dilakukan.

Masalah tersebut juga sejalan dengan temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada 2025, WHO mencatat sekitar 17,5 persen populasi dewasa atau satu dari enam orang di dunia mengalami infertilitas.

Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr Jefry Tribowo, mengatakan gangguan kesuburan pada pria sebenarnya dapat dikenali lebih awal melalui beberapa tanda pada tubuh. Namun, kepastian diagnosis tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan medis, terutama analisis sperma di laboratorium.

Menurutnya, salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah ukuran buah zakar karena organ tersebut berfungsi sebagai tempat produksi sperma.

"Salah satunya itu adalah ukuran buah zakar pria sebagai pabrik penghasil sperma. Idealnya ukurannya itu lebih dari 10 ml, atau kira-kira berukuran lebih dari satu ruas jempol orang dewasa," katanya dalam video di kanal YouTube miliknya, dikutip Senin (13/7/2026).

Dia mengingatkan pria agar tidak mengabaikan ukuran buah zakar yang terasa lebih kecil dari normal atau bahkan sulit diraba.

"Hati-hati kalau misalnya kita ngerasa ya buah zakar kita kok ukurannya kecil. Apalagi kalau kita pegang di kantong ternyata buah zakar kita enggak keraba sama sekali. Karena kalau ukurannya kecil atau bahkan tidak ada, maka ini dapat menyebabkan produksi spermanya menjadi tidak optimal," ujarnya.

Selain itu, nyeri pada buah zakar juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ reproduksi. Keluhan seperti pegal atau nyeri setelah melakukan aktivitas berat sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

"Selain itu juga harus hati-hati kalau misalnya kita ngerasain kok ada keluhan nyeri gitu di buah zakar, kayak pegel, kemeng kalau aktivitas berat. Karena ini sudah menjadi kecurigaan jangan-jangan ada masalah di buah zakar kita," ucapnya.

Gangguan fungsi seksual juga tidak boleh diabaikan. Penurunan gairah seksual, gangguan ereksi, atau kesulitan saat berhubungan intim dapat berkaitan dengan gangguan hormon yang memengaruhi produksi sperma.

"Lalu yang paling terakhir, juga harus berhati-hati kalau misalnya kita ngerasin fungsi seksualnya terganggu, seperti gairah rendah, ereksi bermasalah, mau hubungan sulit. Karena biasanya ya gangguan seksual ini juga disebabkan oleh adanya gangguan hormon yang berperan penting untuk memproduksi sperma. Makanya sangat penting untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

dr Jefry menegaskan analisis sperma tetap menjadi metode paling akurat untuk menilai kesuburan pria. Oleh sebab itu, pria yang mengalami gejala tersebut atau telah lama merencanakan kehamilan tanpa hasil disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut