11 Alat Musik Tradisional dari Sumatera Utara, Lengkap Cara Memainkannya
JAKARTA, iNews.id - Alat musik tradisional dari Sumatera Utara menjadi hal yang bersejarah saat ini. Bagaimana tidak, alat musik ini sudah muncul sejak dulu dan seringkali digunakan dalam upacara ritual, hiburan, serta iringan musik tertentu.
Hampir setiap daerah tentu memiliki alat musik tradisional dengan berbagai macam bentuk dan cara penggunaannya. Adapun, salah satu daerah yang memiliki alat musik tradisional adalah Sumatera Utara.
Berikut ini sejumlah alat musik tradisional dari Sumatera Utara dirangkum tim iNews.id dari berbagai sumber
Cara memainkannya dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus.
Kenali 5 Alat Musik Jawa Tengah yang Paling Populer, Jadi Warisan Budaya di Indonesia
Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari dua batang kayu.
Alat Musik Ansambel: Pengertian, Jenis dan Contoh Berdasarkan Fungsinya
Cara memainkannya dengan cara dipukul atau digoyangkan, seperti saat menggunakan angklung.
Cara memainkannya dengan dipukul dengan menggunakan kayu khusus.
Cara memainkannya dengan cara dipukul menggunakan alat yang dibuat dari kayu atau bambu.
Cara memainkannya dengan cara dipetik dan hapetan termasuk ke dalam jenis alat musik dawai.
Cara memainkannya dengan cara dipetik menggunakan alat bantu yang mirip dengan pick gitar, namun pada zaman dahulu alat bantu tersebut terbuat dari tanduk kerbau.
Cara memainkannya dengan dipukul dengan menggunakan alat pemukul yang terbuat dari potongan bambu yang terdiri dari dua buah.
Cara memainkannya dengan cara ditiup. Alat musik ini sering ditemukan, sebab pembuatan alat musik ini terbilang mudah dibandingkan alat musik tradisional lainnya.
Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul pencunya dengan stik yang terbuat dari kayu dan pangkal ujungnya dilapisi dengan kain atau karet.
Itulah 11 alat musik tradisional dari Sumatera Utara yang perlu kamu ketahui. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi kamu ya dalam mengerjakan tugas. Semangat belajar.
Editor: Puti Aini Yasmin