100 Hari Kerja, Sandi: Bukan Saatnya Kita Menepuk Dada
JAKARTA, iNews.id – Tiga bulan sudah Anies Baswedan-Sandiaga Uno memimpin Jakarta. Sederet terobosan dan prestasi telah ditorehkan, namun tak sedikit pekerjaan rumah yang mesti harus dituntaskan ke depan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, belum ada pencapaian hebat yang telah diukirnya bersama Gubernur Anies Baswedan. Bagi mereka berdua, justru tugas-tugas besar menanti untuk diselesaikan demi memajukan kota dan membahagiakan warga Jakarta.
"Banyak banget PR (pekerjaan rumah). Menurut saya pribadi, bukan saatnya kita untuk menepuk-nepuk dada," ucap Sandi di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.
Menurut Sandi, menghitung pencapaian dalam waktu 100 hari tak relevan karena perencanaan Pemprov DKI Jakarta bersifat jangka panjang. Komitmen untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya adalah yang terpenting.
”Kita (Anies-Sandi) tidak mengukur hanya 100 hari, tapi kita ingin ke depan, kerjanya lebih, semangat lagi," kata dia.
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, masalah di Jakarta sangat kompleks sehingga membutuhkan kerja keras dari seluruh pihak. Tentu saja bagi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, tugas itu semakin berat.
"Fokusnya di lapangan, kerja agar bagaimana dalam lima tahun pemerintahan dapat terealiasi program-program. Fokus di pendidikan dan bagaimana di Jakarta itu hidup lebih terjangkau bagi masyarakatnya," tutur Sandi.
Anies-Sandi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017. Dalam tiga bulan kepemimpinan mereka, sejumlah kebijakan besar telah dilakukan. Pemprov DKI Jakarta, misalnya, menutup diskotek Alexis di Jakarta Utara. Diskotek ini kerap dituding menjadi tempat peredaran narkoba dan prostitusi, meskipun pihak pengelola menepisnya.
Anies-Sandi juga merealisasikan program pembangunan perumahan dengan uang muka (down payment/DP) 0 rupiah. Groundbreaking pembangunan dilakukan Gubernur Anies di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis, 18 Januari 2018. Pembangunan rumah dengan DP 0 rupiah adalah komitmen Anies-Sandi mewujudkan janji kampanye pada Pilkada 2017.
“Salah satu yang mendasar dalam demokrasi. Warga dan mereka yang terlibat demokrasi politik akan terikat dalam sebuah komitmen. Semakin dewasa demokrasi, maka semakin kongkret apa yang diinginkan,” kata Anies.
Terobosan lain adalah penataan Tanah Abang, pemfungsian kembali lapangan Monas untuk kegiataan keagamaan, menolak proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta, dan implmentasi program OK OCE. Kendati demikian sejumlah tugas masih harus diselesaikan Anies-Sandi, antara lain pengentasan kemiskinan, mengurai kemacetan kota, mengurangi banjir dan penataan kampung.
Editor: Zen Teguh