10 Provinsi dengan Peserta Vasektomi Terbanyak di Indonesia, Yogyakarta Peringkat 1
JAKARTA, iNews.id – Kesertaan pria dalam program keluarga berencana (KB) di Indonesia masih tergolong rendah. Meski demikian, sejumlah provinsi berhasil mencatat jumlah peserta vasektomi lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) tahun 2025, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menjadi provinsi dengan jumlah peserta vasektomi terbanyak di Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Gorontalo, Bali, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN, dr Fajar Firdawati, mengatakan keterlibatan pria dalam penggunaan kontrasepsi masih menjadi tantangan di Indonesia. Hingga 2025, jumlah peserta vasektomi baru sekitar 31 ribu orang, sedangkan penggunaan kondom masih di bawah 1 juta akseptor.
"Suami dalam keluarga adalah partner, agen perubahan, dan pengambil keputusan. Karenanya, penting untuk memahami kesejahteraan keluarga, termasuk penggunaan kontrasepsi pria," kata Fajar Firdawati dalam webinar, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, keputusan terkait kesehatan reproduksi semestinya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada perempuan.
"Vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria yang aman dan efektif, mencerminkan tanggung jawab bersama dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan," ujarnya.
Berikut daftar 10 provinsi dengan jumlah peserta vasektomi terbanyak di Indonesia pada 2025:
1. DI Yogyakarta
2. Gorontalo
3. Bali
4. Sumatera Utara
5. Sumatera Barat
6. Sulawesi Barat
7. Jawa Tengah
8. Nusa Tenggara Timur
9. Banten
10. Kepulauan Bangka Belitung
Firda menjelaskan, vasektomi merupakan salah satu pilihan kontrasepsi bagi pasangan usia subur yang telah memiliki perencanaan untuk tidak menambah anak.
"Vasektomi merupakan salah satu kontrasepsi pria yang dapat menjadi pilihan bagi pasangan usia subur (PUS) yang memiliki perencanaan keluarga untuk tidak ingin menambah anak atau jumlah anak sudah cukup," katanya.
BKKBN juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi pria yang ingin menjalani prosedur tersebut. Berikut syaratnya:
- Calon akseptor harus berusia minimal 35 tahun
- Telah memiliki sedikitnya dua anak
- Anak bungsu berusia minimal lima tahun
- Memperoleh persetujuan tertulis dari istri
Vasektomi dilakukan dengan mengikat dan memutus saluran sperma sehingga cairan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma. Metode kontrasepsi permanen ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, bahkan mendekati 100 persen dalam mencegah kehamilan.
Meski demikian, pria yang telah menjalani vasektomi masih memiliki peluang untuk mengembalikan kesuburannya melalui prosedur operasi pemulihan atau reversal vasectomy. Namun, tingkat keberhasilan prosedur tersebut bergantung pada berbagai faktor, seperti lamanya waktu sejak vasektomi dilakukan dan kondisi kesehatan pasien.
Editor: Muhammad Sukardi