Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz Ingin Adopsi Anak
Advertisement . Scroll to see content

Viral Pengunjung Taman Safari Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Pengelola Geram

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:03:00 WIB
Viral Pengunjung Taman Safari Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Pengelola Geram
Viral aksi pengunjung Taman Safari Indonesia memberi makan kuda nil menggunakan sampah plastik. Pihak pengelola pun geram. (Foto: @dashcam_owners_indonesia/Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Aksi pengunjung Taman Safari Indonesia memberi makan kuda nil menggunakan plastik viral di media sosial. Tindakan itu dikecam netizen.

Video pengunjung yang tega kepada kuda nil di Taman Safari dibagikan oleh akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, Jumat (21/6/2024).

Dalam video tersebut, tampak mobil jenis LCGC berisi rombongan pengunjung mendekat ke salah satu kuda nil di Taman Safari. Awalnya tampak sebagian tangan dari penumpang yang keluar dari jendela mobil ingin memberikan wortel kepada kuda nil tersebut.

View this post on Instagram

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Sejurus kemudian, penumpang lain tampak melemparkan sekantung sampah ke dalam mulut kuda nil itu.

Video tersebut membuat netizen geram. Mereka meminta agar pengunjung tersebut diberikan sanksi tegas dan dilarang masuk ke Taman Safari Indonesia seumur hidup.

Merespons unggahan itu, Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengecam keras tindakan pengunjung tersebut. TSI menegaskan pihaknya menjunjung tinggi nilai konservasi dan perlindungan satwa.

"TSI sebagai lembaga konservasi yang menjunjung tinggi nilai konservasi dan perlindungan satwa mengutuk dan mengecam keras tindakan pengunjung tersebut," kata Head Media and Digital TSI Bogor Finky Santika dalam keterangannya, Jumat (21/6/2024).

Peristiwa itu diketahui terjadi pada 20 Juni 2024. TSI Bogor sedang melakukan penelusuran data lebih lanjut terkait pengunjung tersebut.

"Agar yang bersangkutan mendapatkan sanksi peringatan berupa penyataan maaf atas tindakannya tersebut. Sehingga bisa menjadi pelajaran bagi pengunjung lain untuk taat terhadap SOP," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut