Setelah Imlek, Kota Tua Jakarta Siapkan Transisi Budaya Memasuki Ramadan
JAKARTA, iNews.id - Perayaan Imlek 2026 di kawasan Kota Tua, Jakarta pada Senin (16/2/2026) berlangsung meriah. Tahun ini menjadi spesial karena adanya Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition yang digelar Pemerintah Provinsi Jakarta.
Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra menyebut, ribuan orang datang mengunjungi Kota Tua malam ini.
“Berdasarkan data kami, sekitar 23.000 orang sudah datang malam ini, dan kami yakin akan terus bertambah,” ujarnya.
Denny menjelaskan, masih ada berbagai penampilan spesial hingga Selasa (17/2/2026) atau puncak perayaan Imlek, mulai dari video mapping, barongsai, lighthing show, hingga penampilan beberapa band ternama.
Keren! Pertunjukan Video Bertema Imlek di Monas Bikin Warga Terpukau
Menariknya, festival ini juga dirancang adaptif terhadap kalender keagamaan. Pada Selasa (17/2/2026) esok, video mapping yang ditampilkan akan mengalami transisi perubahan tema dari Imlek menuju Ramadan jika sidang isbat memutuskan hari pertama Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026).
“Setelah Magrib akan ada transisi. Kalau tanggal 18 nanti masuk Ramadan, video mapping akan berubah menjadi Marhaban Ya Ramadan,” katanya.
Menurut Denny, langkah ini adalah bentuk sensitivitas budaya dan sosial, mengingat Jakarta merupakan kota dengan latar belakang masyarakat yang beragam. Selain itu, dia memastikan fasilitas ibadah tersedia di sekitar kawasan Kota Tua bagi pengunjung yang ingin menunaikan salat tarawih.
Denny pun mengimbau masyarakat untuk datang secara tertib dan bijaksana. Dia mengimbau masyarakat datang menggunakan transportasi umum yang aksesnya tersedia hingga malam hari.
“Jaga barang bawaan masing-masing dan gunakan angkutan umum karena akses transportasi masih tersedia hingga malam hari,” katanya.
Editor: Reza Fajri