Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Ada Intel saat Anies Makan di Warung Soto Karanganyar, Endingnya Foto Bareng
Advertisement . Scroll to see content

Refleksi Kinerja DKI 2018, DPRD Soroti Program OK OCE Kehilangan Roh

Kamis, 27 Desember 2018 - 16:59:00 WIB
Refleksi Kinerja DKI 2018, DPRD Soroti Program OK OCE Kehilangan Roh
Ilustrasi OK OCE (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) mendapat sorotan DPRD DKI Jakarta dalam refleksi kinerja pemprov selama 2018. Program kewirausahaan itu dinilai jalan di tempat atau kehilangan roh sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri dari wakil gubernur (wagub) DKI.

“Sekali lagi saya katakana, bicara OK OCE di Jakarta ini rohnya sudah tidak ada, karena yang membawa rohnya (Sandiaga) ini sudah pergi dari Jakarta," anggota DPRD Komisi A Gembong Warsono di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Menurut dia, sejak pelantikan gubernur dan wagub DKI, program OK OCE memang kerap digencarkan Sandi. Namun, belakangan atau sejak Sandi mundur dari wagub Agustus 2018, OK OCE terkesan jalan di tempat. Bahkan, di penghujung tahun ini jauh dari target yang ditetapkan 40.000 pengusaha baru dan pos pengembangan kewirausahaan di 44 kecamatan se-Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan itu pun meminta Gubernur Anies Baswesan harusnya mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan program OK OCE, seperti saat mengganti One Karcis One Trip (OK OTrip) dengan Jak Lingko.

Dia menyarankan, salah satu yang perlu pembenahan OK OCE adalah kebijakan permodalan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Gembong menuturkan, Anies harus berani mengeluarkan kebijakan itu karena persoalan permodalan sangat kompleks bagi pelaku usaha.

“Urusan permodalan masih bermasalah karena pemprov tidak memfasilitasi permodalannya. Padahal yang jadi persoalan kita di UMKM itu OK OCE di masyarakat adalah urusan permodalan,” tutur dia.

Anggota DPRD Komisi C Dwi Rio Sambodo mengatakan hal sama. Menurut dia, dari data yang diterima dewan hingga 24 November 2018, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kategori lzin Usaha Mikro dan Kecil menerbitkan 27.223 izin usaha. Artinya penyerapan tenaga kerja masih jauh dari target 40.000 wirausaha pada tahun ini.

“Itu terdiri dari Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) sebanyak 10.820 izin dan 16.403 SIUP Mikro, SIUP Kecil, SP-PIRT, dan SKU. Dari data IUMK yang diterbitkan baru berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 19.387 orang,” tutur Dwi Rio.

Editor: Khoiril Tri Hatnanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut