Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa Jaksel, Klaim Kurangi Banjir hingga 20 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Proyek Flyover Latumenten Jakbar Masuk Tahap Pemasangan Girder, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:01:00 WIB
Proyek Flyover Latumenten Jakbar Masuk Tahap Pemasangan Girder, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya
Ilustrasi rekayasa lalu lintas (dok. Pemprov Jakarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat memasuki tahapan erection girder atau proses pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak sebagai struktur utama jembatan layang. Pekerjaan erection girder di sisi barat Jalan Prof Dr Latumenten dilaksanakan pada 18-26 Mei 2026 pukul 22.00-04.00 WIB.

Sementara pekerjaan di sisi timur Jalan Dr Makaliwe Raya dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 5 Juni 2026 pada jam yang sama.

Selama pekerjaan berlangsung, rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah ruas jalan guna mendukung kelancaran proyek dan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan dan target waktu yang telah ditetapkan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan selama proses pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu maupun arahan petugas di lapangan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Dia menjelaskan, pembangunan Flyover Latumenten bertujuan menghilangkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api, mempercepat waktu tempuh masyarakat melalui pemisahan arus kendaraan dan perjalanan kereta api, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui aksesibilitas yang lebih efisien.

“Tentunya keberadaan flyover ini juga akan memudahkan perpindahan pengguna moda transportasi dengan adanya TOD Stasiun Grogol dengan Halte Transjakarta atau Jaklingko maupun transportasi umum lainnya,” katanya.

Untuk rekayasa lalu lintas di sisi barat, kendaraan besar dari arah selatan (flyover Grogol), timur (Roxy), dan barat (Jalan Daan Mogot) menuju utara dialihkan melalui Jalan Daan Mogot-Jalan Pangeran Tubagus Angke.

Sementara kendaraan kecil dapat melintas melalui Jalan Hadiah-Jalan Hadiah 1-Jalan Hadiah 2-Jalan Prof Dr Latumeten Barat 3 atau melalui Jalan Dr Susilo I-Jalan Dr Muwardi I-Jalan Dr Muwardi II-Jalan Dr Muwardi-Jalan Semeru dan seterusnya. Adapun arus lalu lintas dari arah utara menuju selatan masih dapat melintas seperti biasa.

Sedangkan rekayasa lalu lintas di sisi timur dilakukan untuk kendaraan besar dari arah utara menuju selatan dengan pengalihan melalui putaran sebelum Season City-Jalan Prof Dr Latumeten-Jalan Pangeran Tubagus Angke-Jalan Daan Mogot atau belok kanan di simpang Jembatan Dua. Kendaraan kecil dapat melalui Jalan Semeru-Jalan Dr Muwardi-Jalan Dr Susilo I dan seterusnya atau melalui Jalan Dr Semeru I.

“Dukungan dan pengertian masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan Flyover Latumenten dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi warga Jakarta,” katanya.

Sebagai informasi, progres pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai 41,28 persen hingga pertengahan Mei 2026. Flyover ini dibangun dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter dengan lebar flyover 11 meter.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut