Pramono soal Kenaikan Harga Plastik dan Kedelai: Nggak Perlu Panic Buying, Stoknya Lebih dari Cukup
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kenaikan harga plastik dan kedelai di pasaran akibat situasi geopolitik di Timur Tengah. Ia pun memastikan inflasi di Ibu Kota saat ini masih terjaga dengan baik.
"Kemudian mengenai beberapa apa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik," kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Pramono meminta masyarakat tidak melakukan panik terkait kabar kenaikan sejumlah harga barang. Sebab, ia memastikan ketersediaan stok kebutuhan utama di Ibu Kota masih dalam kondisi aman.
"Sehingga dengan demikian nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup," sambung dia.
Harga Kedelai Impor Melejit Imbas Perang AS-Iran, Perajin Tahu di Tegal Menjerit
Sebelumnya, harga plastik di pasaran mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga plastik disebabkan harga bahan baku plastik, yaitu nafta, senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi, naik hampir 45 persen dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga ini disebabkan konflik Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.
Harga Kedelai Naik Imbas Perang AS, Perajin Tempe di Jember Kelimpungan
Di dunia industri, gabungan pengusaha makanan dan minuman melaporkan harga plastik kemasan sudah naik hingga 50 persen. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak dalam rantai industri petrokimia dan plastik mengatakan sedang dalam mode bertahan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah tengah mencari sumber alternatif untuk bahan baku plastik mengantisipasi gangguan impor dari negara-negara di Timur Tengah. Budi menyampaikan kondisi Timur Tengah mengakibatkan adanya dampak terkait aktivitas impor nafta yang digunakan untuk memproduksi plastik.
"Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain," kata Budi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu 1 April 2026
Editor: Puti Aini Yasmin