Pramono: Jakarta Masih Macet, tapi Transportasi Umum Lebih Aman dan Nyaman
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penggunaan transportasi publik di ibu kota terus meningkat meski kemacetan masih menjadi persoalan yang dihadapi hingga saat ini. Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya minat masyarakat menggunakan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga.
"Dahulu dari Blok M ke Bogor itu hanya ditargetkan setiap hari kurang lebih 2.000 orang, sekarang rata-rata sudah di atas 8.000 orang," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap mempertahankan tarif yang terjangkau untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Untuk perjalanan setelah pukul 07.00 WIB, tarif dikenakan sekitar Rp3.500, sedangkan sebelum pukul 07.00 WIB tarifnya sekitar Rp2.000.
Pramono menilai pengembangan layanan Transjabodetabek menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, khususnya warga yang setiap hari melakukan mobilitas dari wilayah penyangga menuju Jakarta.
Menurut dia, setiap hari sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang dari wilayah sekitar Jakarta datang ke ibu kota pada pagi hari dan kembali ke daerah asalnya pada sore atau malam hari. Mobilitas tersebut menjadi salah satu penyumbang utama kemacetan.
"Maka kami buka apa yang disebut Transjabodetabek, dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Alam Sutera, Blok M ke PIK, Blok M ke Soekarno-Hatta, dari Pulogadung ke Bekasi, dan sebagainya," ujarnya.
Pramono mengatakan kehadiran layanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Masyarakat dari luar Jakarta disebut semakin banyak yang memilih menggunakan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi.
Selain itu, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta kini telah mencapai sekitar 93 persen. Kondisi tersebut dinilai memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi dalam satu perjalanan.
"Orang menggunakan kendaraan publik secara terus-menerus dulu kurang lebih 22 persen, sekarang sudah mendekati angka 30 persen," katanya.
Pramono meyakini peningkatan konektivitas dan kemudahan akses transportasi publik menjadi faktor utama yang mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Meski mengakui Jakarta masih menghadapi kemacetan, dia menilai persepsi masyarakat terhadap transportasi umum terus membaik karena dinilai lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya.
Sebagai upaya mendorong penggunaan transportasi publik, Pemprov Jakarta juga mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu. Kebijakan tersebut, menurut Pramono, kini mulai diikuti sejumlah perusahaan swasta.
Dia menambahkan, perkembangan sistem transportasi publik Jakarta turut mendapat perhatian internasional. Menurutnya, Jakarta kini dinilai memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura.
"Jakarta masih macet, iya. Tetapi orang melihat sekarang naik transportasi umum di Jakarta relatif lebih aman, lebih nyaman," ujarnya.
Editor: Rizky Agustian