Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nobar Piala Dunia 2026 Jangan Sembarangan, Hati-Hati Bahaya Pembajakan Siaran!
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Bolehkan Jajaran Gelar Nobar Piala Dunia 2026, tapi Ada Syaratnya

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:47:00 WIB
Pramono Bolehkan Jajaran Gelar Nobar Piala Dunia 2026, tapi Ada Syaratnya
Gubernur Jakarta Pramono Anung (foto: Danandaya Arya)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung membolehkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Namun, Pramono mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas kerja aparatur sipil negara (ASN).

Seperti diketahui, sebagian besar pertandingan berlangsung pada jam kerja di Indonesia.

"Yang pertama banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia. Problemnya adalah karena harinya jamnya itu jam orang bekerja," kata Pramono.

Menurut dia, jadwal pertandingan yang banyak berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak dikelola dengan baik.

"Yang paling penting jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja karena jamnya adalah jam orang bekerja. Kebanyakan jam sembilan, jam sepuluh, jam sebelas sehingga ini menjadi persoalan tersendiri kalau tidak dikelola secara baik," ujarnya.

Meski demikian, Pramono menyatakan secara prinsip dirinya memberikan ruang bagi masyarakat maupun ASN untuk menikmati gelaran sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Dia menilai Piala Dunia 2026 memiliki daya tarik lebih karena tidak hanya menyajikan pertandingan sepak bola, tetapi juga berkaitan dengan dinamika geopolitik global.

"Secara prinsip saya akan memberikan ruang ya apapun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia yang menurut saya menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut