Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Kaji Kurangi Pajak demi Jaga Ekonomi Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Populasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Mengkhawatirkan, KKP: Wajib Dikendalikan

Jumat, 17 April 2026 - 12:30:00 WIB
Populasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Mengkhawatirkan, KKP: Wajib Dikendalikan
Gubernur Jakarta Pramono Anung ikut dalam kegiatan bersih-bersih ikan sapu-sapu (foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Sementara ikan tersebut hampir tak bisa dimanfaatkan.

Direktur Jenderal Perikananan Budidaya KKP Haeru Rahayu mengatakan, pengendalian dengan cara konvensional seperti penangkapan dan pemusnahan masih menjadi metode paling efektif hingga saat ini.

"Kenapa ikan sapu-sapu ini wajib kita kendalikan? Karena populasinya sudah begitu dahsyat," ujar Haeru kepada wartawan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Menurut dia, hingga saat ini belum ada metode biologis yang efektif untuk mengendalikan ikan tersebut. Upaya menghadirkan predator alami justru dikhawatirkan memunculkan persoalan baru dalam keseimbangan ekosistem.

"Banyak cara sebetulnya, secara biologis kita belum ada predator yang langsung memakan, kalaupun ada nanti akan menjadi persoalan selanjutnya," kata Haeru.

Selain itu, pendekatan kimia dinilai berisiko terhadap lingkungan sehingga belum menjadi pilihan.

Haeru tak menampik ikan sapu-sapu memiliki potensi dijadikan pupuk organik maupun bahan baku tepung ikan. Namun, pemanfaatan tersebut belum dapat dilakukan secara luas.

Pasalnya, terdapat kekhawatiran terkait kandungan residu pada ikan sapu-sapu, terutama yang hidup di perairan tercemar seperti saluran dan kanal di perkotaan. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan jika masuk ke rantai makanan manusia.

Haeru juga mencontohkan kasus serupa di Danau Toba, Sumatera Utara, dengan kemunculan ikan invasif jenis Red Devil yang kini mendominasi hasil tangkapan nelayan.

Oleh karena itu, KKP akan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari pemanfaatan ikan sapu-sapu.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut