Polda Metro Tangkap 101 Orang Diduga Hendak Rusuh saat May Day, Sita Molotov
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menangkap kelompok yang diduga berupaya menyusupi peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di wilayah Jakarta, Jumat (1/5/2026). Mereka diduga hendak merusuh.
"Di tengah kebahagiaan dan optimisme yang terbangun di Hari Buruh ini, masih ada upaya-upaya provokatif destruktif yang akan mencoreng marwah demokrasi. Upaya-upaya itu terlihat dari adanya kelompok anarkis atau perusuh yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin di Polda Metro, Jumat (1/5/2026) malam.
Iman menyampaikan orang-orang yang diduga akan melakukan kerusuhan tersebut tengah diperiksa intensif.
"Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami. Dan kami sampaikan, setelah selesai penyampaian informasi tersebut mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing," ujarnya.
Dari tangan kelompok tersebut, kata dia, pihaknya berhasil menyita barang-barang yang akan digunakan untuk melakukan kerusuhan. Barang-barang tersebut seperti botol kosong dan kain pemicu bom molotov.
Gerak-gerik Mencurigakan, Mahasiswa Ditangkap Bawa Pisau saat Demo May Day di Makassar
"Termasuk kami juga menemukan atau mengamankan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov tadi bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," tuturnya.
Tak hanya itu, dia menyampaikan tim juga menemukan paku beton yang akan digunakan untuk merusak bangunan ataupun pembatas-pembatas yang terbuat dari beton.
Demo May Day di DPR Berakhir, Massa Buruh dan Mahasiswa Bubarkan Diri
"Sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut. Itu gunanya paku beton," katanya.
Iman menyebut tim turut menemukan ketapel bersama gotrinya yang akan dipersiapkan untuk menyerang petugas pengamanan.
Momen Langka May Day di DPR, Buruh Main Bola Bareng Polisi di Tengah Demo
"Begitu pun juga kami menemukan atau mengamankan senjata tajam dari tangan mereka," pungkasnya.
Editor: Rizky Agustian