Pilih Kota Tua Jadi Tempat Wisata Lebaran, Warga Terpukau Bangunan Zaman Belanda
JAKARTA, iNews.id - Hari kedua Idul Fitri 1445 H dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarganya. Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi adalah kawasan Kota Tua di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Puji (30) warga Tangerang mengaku senang bisa berkunjung ke Kota Tua. Dia terpukau dengan bangunan-bangunan zaman kolonial Hindia Belanda.
"Kota Tua-nya unik dengan bangunan-bangunan desain arsitektur zaman Belanda. Lalu museumnya juga sangat bagus sekali," ujar Puji di pintu keluar Museum Sejarah Jakarta, Kamis (11/4/2024).
Puji ingin anak-anaknya bisa berjalan-jalan sembari belajar. Oleh karena itu dia berkunjung ke museum di Kota Tua di masa libur lebaran.
Libur Lebaran, Akses Menuju Lokasi Wisata Pantai Carita Macet Via Mandalawangi
"Memanfaatkan waktu libur lebaran untuk ke Kota Tua dan museum. Ke sini sekeluarga, ramai-ramai, sama anak-anak juga. Banyak sejarah yang bisa dipahami," kata Puji.
Sementara itu, Ali (45) warga Bogor juga sengaja datang ke Kota Tua untuk memanfaatkan waktu libur sambil mengenalkan sejarah kepada anaknya.
"Lagi libur lebaran. Ini mutar Museum Jakarta, Kota Tua. Mengenalkan sejarah kepada anak," ujar Ali.
Menurutnya, berkunjung ke museum penting agar generasi muda dapat memahami dengan baik sejarah bangsa Indonesia.
"Bagus kita ke museum daripada ke wahana bermain. Belajar sejarah (tentang) kedatangan Belanda ke Jakarta. Belajar berbagai macam sejarah," katanya.
Sementara itu, Koordinator Tourist Guide Museum Sejarah Jakarta, Ahmad Khusnaeni Al Alex mengatakan, Kota Tua cukup ramai dikunjungi pada libur lebaran 2024. Dia mengimbau kepada masyarakat yang hendak berkunjung ke kawasan Kota Tua agar tetap berhati-hati dan memperhatikan anak-anak agar tidak terlepas.
"Mungkin Sabtu dan Minggu ini paling banyak jumlah pengunjung wisatawannya. Kita membuka 2 loket untuk meminimalkan antrean panjang. Imbauan agar masyarakat berhati-hati, karena libur lebaran ramai di stasiun, di lapangan Fatahillah juga cukup ramai," katanya.
Editor: Reza Fajri