JAKARTA, iNews.id – Sekelompok remaja pengendara skuter listrik menjadi korban tabrak lari di dekat FX Sudirman, Jakarta Pusat. Dua orang tewas akibat mengalami cedera parah.
Dua korban tewas yakni Ammar (18) dan Wisnu (18). Mereka sempat dilarikan ke Rumah Sakit AL Mintohardjo, namun nyawanya tidak terselamatkan.
Menlu Hongaria Sebut Pemimpin Eropa seperti Pengasuhnya Zelensky
Salah satu korban tabrak lari, Fajar menceritakan, mereka berenam menyewa otopet listrik layanan GrabWheels pada Minggu (9/11/2019) dini hari dari Pintu 3 Kawasan Gelora Bung Karno menuju arah FX Sudirman. Mereka yakni, Ammar, Wisnu, Bagus, Wanda, Wulan dan dirinya.
”Bagus dan Wanda bertukar otopet dengan Ammar da Wisnu setelah daya listrik otopetnya habis,” kata Fajar, Rabu (13/11/2019). Mereka kembali melaju menuju kawasan FX.
Mendadak datang mobil sedan jenis Toyota Camry dengan kecepatan tinggi. Mobil tersebut langsung menabrak mereka.
"Bagus mental sampai kira- kira 15 meter. Waktu saya cek dia masih sadar. Ammar dan Wisnu tidak sadarkan diri. Sudah kejang- kejang, akhirnya kita bawa mereka ke rumah sakit," kata Fajar.
Nyawa Wisnu dan Ammar tidak tertolong. Menurut Fajar, keduanya mengalami luka dalam berupa pendarahan di kepala serta luka lainnya. Adapun Bagus luka berat di bagian lengan kiri.
Peristiwa tragis ini terungkap dari unggahan unggahan @renimerdk di media sosial Twitter. Cuitan tersebut menceritakan kisah adiknya Bagus yang mengalami kecelakaan saat mengendarai Grabwheels di kawasan Gelora Bung Karno.
Unggahan serupa dicuitkan Nita Lutfi Andari. Kakak Ammar ini menuturkan, setelah menabrak, pengendara mobil langsung kabur.
”Mobil mengenai seluruh rombongan. Pada saat menabrak mobil langsung kabur. Beruntungnya bamper dan pelat mobil tersebut jatuh di sekitar TKP. Polisi melacak plat mobil pelaku dan menangkap pelaku tersebut,” kata Nita saat dihubungi iNews.id.
Dia menuturkan, pengendara mobil diduga kuat dalam kondisi mabuk. Dia meminta Polda Metro Jaya segera mengusut kasus ini. Nita juga meminta Grab Indonesia meningkatkan faktor keselamatan atas layanan mereka.
Editor: Zen Teguh