Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Siap Luncurkan Obligasi Daerah Pertama Senilai Rp3,5 Triliun di 2027
Advertisement . Scroll to see content

Pemprov DKI bakal Luncurkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Pramono: Bisa Dicontoh Daerah Lain

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:51:00 WIB
Pemprov DKI bakal Luncurkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Pramono: Bisa Dicontoh Daerah Lain
Gubenur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Danandaya Arya Putra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun dengan tenor tujuh tahun sebagai skema pembiayaan alternatif. Penerbitan surat utang daerah tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penerbitan obligasi daerah ini dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

"Pemerintah DKI Jakarta mudah-mudahan tahun depan, mudah-mudahan bulan Juni tahun depan kita akan menerbitkan obligasi daerah besarnya 3,5 triliun, tenornya 7 tahun. Mudah-mudahan ini juga menjadi momentum yang baik bagi creative financing yang ada di Jakarta untuk alternatif investasi di alternatif pembiayaan di Jakarta," ucap Pramono dalam konferensi pers APBD Kuartal II 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pramono menambahkan, nilai obligasi yang akan diterbitkan relatif kecil dibandingkan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang mencapai Rp81,32 triliun.

Menurutnya, penerbitan obligasi bukan semata-mata karena kebutuhan pendanaan, melainkan untuk membangun instrumen pembiayaan yang lebih sehat dan transparan.

"Ini adalah pertama kali obligasi daerah yang diluncurkan di Republik ini. Dan kalau ini berhasil, dan kemudian menjadi instrumen creative financing, saya yakin ini bisa dikopi di daerah-daerah lain," kata dia.

Pramono mengibaratkan penerbitan obligasi seperti seseorang yang tetap meminjam meski memiliki kemampuan finansial yang cukup. Dia menyebut, langkah tersebut justru dapat membuat kondisi keuangan menjadi lebih sehat.

"Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjam tetapi tetap meminjam itu karena untuk membuat badannya lebih sehat. Demikian juga dengan Jakarta, walaupun ada pemotongan DBH (Dana Bagi Hasil), kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat," tuturnya.

Terkait besaran bunga obligasi, Pramono belum memerinci angka yang akan ditetapkan. Namun, dia menyatakan Jakarta memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi tersebut.

"Jakarta pasti sanggup dan Jakarta pasti dengan adanya obligasi ini dengan creative financing ini APBD-nya akan menjadi lebih berwarna, colorful, lebih sehat dan mudah-mudahan lebih membawa manfaat bagi masyarakat," ujar Pramono.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata menuturkan, rencana penerbitan obligasi juga berkaitan dengan berakhirnya kewajiban pembayaran pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang akan lunas pada Oktober 2026. Dia memastikan Pemprov DKI memiliki rekam jejak pembayaran utang yang baik.

"Itulah sebabnya sebagai pengganti untuk 2027 nanti Pak Gub tadi sampaikan kita berencana untuk mengeluarkan obligasi. Jadi bagi investor jangan takut, kita selalu melunasi angsuran pinjaman kita secara tepat waktu," ujar Mike.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut