JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) mengerahkan lebih dari 100 personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk berjaga di kawasan Pasar Tanah Abang. Petugas berjaga secara bergantian untuk memantau ketertiban di kawasan tersebut.
"Kalau kemarin Dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian," kata Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
7 Skenario Perang AS Vs Iran, dari Pasang Ranjau di Selat Hormuz hingga Tenggelamkan Kapal Induk
Pengawasan ini dilaksanakan agar para pedagang tidak membandel dengan berjualan di trotoar jalan atau pedestarian. Arifin menyadari tanpa kehadiran petugas, biasanya pedagang seenaknya berjualan di trotoar.
"Ya memang seperti di beberapa tempat gitu, memang terkadang kalau pengawasan agak kurang, ya coba-coba kayak gitu (pedagang kembali lagi). Kita sih pengennya semua ikut peran tanggung jawablah," ucapnya.
Tukang Parkir Pasar Tanah Abang Getok Tarif Rp100.000, Pramono Dukung Polisi Tindak Tegas
Menurutnya penertiban itu untuk membuat kawasan Tanah Abang lebih tertata rapih dan tertib, agar bisa meningkatkan daya tarik pengunjung. Kesemrawutan di Tanah Abang justru akan membuat pengunjung malas untuk datang berbelanja di sana.
"Kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang gitu loh. Jadi sebenarnya kalau kesemrawutan itu dibiarkan, yang mendapatkan kerugiannya tanpa terasa juga para pedagang yang ada di situ, gitu kan," kata dia.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Pemkot Jakpus juga menyiagakan petugas PPSU di kawasan tersebut. Dia bahkan mengintruksikan langsung kepada PPSU agar secara rutin menyapu area pasar Tanah Abang.
Editor: Reza Fajri