Naik 165, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 2.379 Orang
JAKARTA, iNews.id - Kasus aktif Covid-19 di Jakarta naik 165 orang pada Senin (13/6/2022). Hal itu membuat kasus aktif Covid-19 di ibu kota kembali tembus 2.000 orang.
Data itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia.
"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 2.379 (orang yang masih dirawat/isolasi)," kata Dwi, Selasa (14/6/2022).
Dinkes DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat mewaspadai penularan varian Omicron. Seperti diketahui varian baru Omicron yang menyebabkan lonjakan kasus di Singapura telah ditemukan di Indonesia.
Update 13 Juni 2022: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 591 Orang
"Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," tuturnya.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat dilakukan tes PCR sebanyak 5.541 spesimen pada Senin (13/6/2022). Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.960 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 348 positif dan 5.612 negatif.
Varian Covid Jenis Baru Terkonfirmasi Masuk Indonesia, Menparekraf Minta Masyarakat Waspada
Selain itu, dilakukan pula tes antigen sebanyak 7.431 orang dites, dengan hasil 156 positif dan 7.275 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.236.184 dengan tingkat kesembuhan 98,6 persen, dan total 15.304 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen," ujarnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO yaitu 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen). Artinya target WHO untuk Jakarta minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 46.099 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.024.956 per sejuta penduduk," ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi menyebut positivity rate di Jakarta masih dibawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO) meski ada kenaikan kasus.
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 4,6 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," katanya.
Editor: Rizal Bomantama