Heboh Isu Likuefaksi di Matraman Jaktim, Ini Kata BPBD DKI
JAKARTA, iNews.id - Isu fenomena likuefaksi atau tanah bergerak di wilayah Matraman, Jakarta Timur (Jaktim) heboh di media sosial. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pun angkat suara.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, M Yohan menyatakan bencana itu bukan likuefaksi melainkan hanya longsor. Dia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa itu.
"Longsor saja bukan likuefaksi, memang harusnya jangan dikerjakan saat cuaca hujan. Tidak ada korban," ujar Yohan saat dikonfirmasi, Senin (4/11/2024).
Banjir dan Tanah Longsor di Padang Pariaman, Ratusan Warga Mengungsi
Yohan menyebut, longsor melanda proyek dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jaktim. Menurutnya, insiden itu bukan ranah kebencanaan.
"Proyek SDA yang longsor. Itu bukan ranah kebencanaan," ucapnya.
Korban Terakhir Longsor Tambang Emas Solok Dievakuasi, 13 Orang Tewas 12 Selamat
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Timur, Puryanto juga menyatakan fenomena itu bukan likuefaksi. Menurutnya, peristiwa itu merupakan longsor akibat tanah yang tergerus air hujan.
"Bukan (likuefaksi), hanya longsor tanah dikarenakan tergerus air kali yang deras kemarin sore," kata Puryanto.
Jalan Tol Bocimi Ruas Cigombong-Parungkuda Dibuka Kembali usai Longsor
Puryanto menambahkan, Sudin SDA Jakarta Timur tengah melakukan pekerjaan di salah satu titik perkuatan tebing berupa perbaikan turap. "Mengakomodir permintaan warga dikarenakan yang lama sudah rapuh," ucapnya.
Dalam foto yang diterima, longsor tampak melanda salah satu sisi kali di Matraman. Trotoar yang membatasi kali dengan jalan di kawasan tersebut terlihat hancur.
Satu unit alat berat dikerahkan untuk menangani materiel longsor tersebut.
Editor: Rizky Agustian