Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kesaksian Tetangga soal Sosok Pembunuh Cucu Mpok Nori Sangat Mengejutkan, Ini Katanya!
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Baru Kematian Cucu Mpok Nori Terungkap! Sebelum Tewas Dibunuh, Almarhumah Keguguran 3 Kali

Senin, 23 Maret 2026 - 15:56:00 WIB
 Fakta Baru Kematian Cucu Mpok Nori Terungkap! Sebelum Tewas Dibunuh, Almarhumah Keguguran 3 Kali
Kakak almarhumah Dwintha Anggary, cucu Mpok Nori. (Foto: Ravie Wardani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Fakta memilukan terungkap di balik kematian tragis cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary. Sebelum tewas dibunuh, korban ternyata sempat mengalami keguguran tiga kali.

Informasi ini disampaikan kakak kandung almarhumah Dwintha Anggary, Dian. Menurut Dian, adiknya itu keguguran karena tekanan batin selama hidup bersama pelaku, Fuad, yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Irak.

"Almarhumah keguguran tiga kali. Yang pertama 3 bulan, 6 bulan, sama 8 bulan. Jadi sampai sekarang belum ada anaknya," ujar Dian di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).

Menurut Dian, tekanan psikis diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan sang adik. Meski begitu, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah Anggi mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau tidak.

"Kalau untuk masalah KDRT, saya nggak tahu. Namanya berkeluarga, masing-masing. Tapi yang ini mah (keguguran) psikisnya dia. Ya, kalau nggak psikisnya kan nggak mungkin anaknya keguguran tiga kali. Stres atau bagaimana sih nggak ngerti," tuturnya.

Di tengah kesedihan, keluarga juga harus mengambil keputusan berat terkait pemakaman Anggi. Jenazah korban akhirnya dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sang ayah, tepat di area pemakaman keluarga yang juga berdekatan dengan pusara Mpok Nori.

Sebelumnya, keluarga sempat berencana memakamkan Anggi di TPU Bambu Apus. Namun rencana tersebut batal lantaran kondisi makam yang berisiko terendam banjir.

"Pertimbangannya karena di makam Pondok Ranggon sudah agak penuh, jadi mau nggak mau pertimbangannya ya tumpuk sama Bapak gitu," jelas Dian.

Hingga kini, suasana duka masih begitu terasa di tengah keluarga besar. Mereka pun belum siap banyak berbicara kepada publik.

"Intinya keluarga masih berduka, ya. Jadi, ibu saya juga untuk komunikasi sama rekan-rekan sekalian masih kurang enak gitu ya," pungkasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut