Dua Kendala Pembangunan Proyek MRT Fase 2, Lokasi Depo dan Surat dari Pemprov
JAKARTA, iNews.id - Pembangunan proyek MRT fase 2 koridor Bundaran Hotel Indonesia-Kota telah dilakukan. Proyek yang dibangun di bawah tanah dan diproyeksikan rampung 2024 itu, mendapat pinjaman dana dari Pemerintah Jepang Rp22,5 Triliun. Namun, proyek tersebut terkendala dua hal.
Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar menyebut rencana lokasi depo kereta MRT Jakarta fase 2 di Ancol Barat bisa saja berubah. Ini lantaran Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih membahas rencana tersebut.
"Harusnya (bisa berubah kalau tidak disetujui). Harapan saya tidak berubah lah," kata William di Hotel Mercure Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis, (25/7/2019).
Menurut William, secara teknis pihaknya sangat berharap kawasan Ancol Barat dapat dijadikan lokasi depo kereta Ratangga. Diharapkan pula pemerintah pusat segera menetapkan area tersebut.
MRT Fase 2 Seluruhnya Dibangun Bawah Tanah, Rampung 2024
PT MRT Jakarta masih menunggu Bappenas selesai membahas kepastian depo fase 2. Dengan begitu, PT MRT Jakarta dapat memulai pembangunan sistem railways alias paket pengerjaan CP204, yang ditargetkan berjalan tahun depan.
"Tahun depan bisa mulai lelang karena target selesai 2024 bisa lamban satu tahun (2025). Kalau yang tidak boleh lamban yang ke Kota 2024 harus selesai," ujar William.
PT MRT Jakarta juga masih menunggu surat penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI (dari Sekda), yang mana hal ini sudah dalam proses, yang diperlukan agar pihaknya bisa melanjutkan studi pengerjaan CP204. "Segera (mulai studi) setelah dapat surat dari pemprov," katanya.
Sebelumnya, pemerintah DKI memutuskan depo MRT fase 2 berlokasi di Ancol Barat, Jakarta Utara. Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan gubernur. Dalam hal ini Anies pun sudah menyetujui lokasi itu. PT MRT Jakarta memerlukan lahan 9,4 hektare untuk membangun depo MRT fase 2.
Proyek pengerjaan MRT fase 2 ditargetkan rampung 2024 dengan membangun tujuh stasiun sepanjang 8,3 kilometer. Ada tujuh stasiun baru yang akan dibangun, yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. "Jika cepat diurus ini akan menjadi bagian dari fase 2," ujarnya.
Peletakan batu pertama alias groundbreaking MRT fase 2 dilakukan bersamaan dengan peresmian MRT fase 1 pada 24 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Editor: Djibril Muhammad