Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo May Day di DPR Berakhir, Massa Buruh dan Mahasiswa Bubarkan Diri
Advertisement . Scroll to see content

DPRD DKI Siapkan Penguatan Kebijakan Pro Buruh, Fokus Upah dan Perlindungan

Jumat, 01 Mei 2026 - 21:26:00 WIB
DPRD DKI Siapkan Penguatan Kebijakan Pro Buruh, Fokus Upah dan Perlindungan
Ilustrasi pekerja. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike akan memperkuat kebijakan pro buruh. Dia menekankan Hari Buruh atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei harus dimaknai sebagai momentum evaluasi kesejahteraan pekerja.

Yuke mengatakan hal ini sejalan dengan amanat Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Sukarnoputri yang menekankan perjuangan historis melawan ketidakadilan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak otomatis menetes ke buruh. Masih banyak pekerja yang hidup di batas minimum, bahkan tidak sedikit yang upahnya tergerus kebutuhan hidup kota yang terus naik," kata Yuke dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Dia kemudian mengkritik praktik hubungan kerja yang eksploitatif. Menurutnya, sistem kerja outsourcing hanya merugikan pekerja. 

“Kami menemukan pola kerja kontrak berulang dan outsourcing yang dipakai untuk menghindari kewajiban perusahaan terhadap buruh. Ini bukan lagi kasus sporadis, tapi sudah menjadi pola yang harus dihentikan," ujarnya.

Selain itu, dia menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pekerja yang membuat pelanggaran ketenagakerjaan kerap berulang tanpa sanksi tegas, terutama para pekerja informal di Jakarta yang semakin besar namun belum diimbangi regulasi memadai.

"Kalau pengawasan lemah, perusahaan akan terus mencari celah. Buruh yang akhirnya menanggung risiko, dari jam kerja berlebih hingga minimnya jaminan sosial," ucap Yuke.

"Pekerja platform digital, kurir, hingga pekerja lepas menjadi tulang punggung ekonomi kota, tapi perlindungannya masih abu-abu. Ini ironi yang harus segera diselesaikan," sambungnya.

Sebagai langkah konkret, Yuke menegaskan DPRD DKI Jakarta akan mendorong pengetatan regulasi dan pengawasan. Pihaknya juga akan menyiapkan kebijakan yang lebih progresif.

“Kami akan dorong audit ketenagakerjaan secara berkala dan transparan, serta memastikan sanksi benar-benar dijalankan bagi pelanggar. Kami sedang mendorong skema perlindungan sosial daerah yang lebih inklusif, termasuk untuk pekerja informal dan gig worker, agar mereka punya jaring pengaman yang jelas," ujar Yuke.

Dia juga menekankan pentingnya intervensi pada aspek upah dan biaya hidup seluruh pekerja. Yuke memastikan DPRD akan memperkuat keberpihakan politik anggaran bagi buruh.

"Ke depan, kebijakan pengupahan harus lebih realistis terhadap biaya hidup Jakarta. Tidak cukup hanya mengikuti formula, tapi harus benar-benar menjawab kebutuhan riil buruh," katanya.

"Kami ingin APBD Jakarta hadir untuk buruh, baik dalam bentuk subsidi layanan dasar, pelatihan kerja, maupun perlindungan sosial yang konkret," tambahnya.

Sebelumnya, cuplikan video pidato Megawati Sukarnoputri terkait May Day ditayangkan saat FGD UU Ketenagakerjaan Baru dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Peringatan 1 May sebagai hari buruh harus dilihat dalam perspektif historis dan kebudayaan. Perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme," ujar Megawati dalam video singkat yang tersebut.

Megawati mengatakan, buruh bukan sekadar faktor industri dalam angka, namun adalah pilar bangsa. Maka dari itu, dia menegaskan keadilan ekonomi merupakan tujuan ideologis kemerdekaan. 

"Keadilan dalam ranah ekonomi inilah yang tidak hanya diperjuangkan buruh, namun juga menjadi tujuan ideologis kemerdekaan Indonesia," ujar Megawati.

"Kita terus berjuang bagi kesejahteraan buruh sebagai prasyarat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut