Baru Empat Trayek Siap Terapkan OK OTrip
JAKARTA,iNews – Pemprov DKI Jakarta terus menggodok sederet program transportasi massal di ibukota. Salah satunya, wacana penerapan One Karcis One Trip atau OK OTrip. Dimana seluruh transportasi massal bertrayek akan diterapkan tiket terusan. Warga hanya diwajibkan membayar Rp 5.000 sekali jalan.
Senin (6/11/2017), Wakil Gubernur (Wagub) Sandiaga Uno rapat bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Andri Yansyah dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono serta sejumlah pakar transportasi di balaikota. Pemprov mengkaji rute-rute yang bisa diterapkan pada program itu. Baik untuk sistem sekali jalan atau point to point, atau menempuh seluruh wilayah hanya dengan nominal Rp 5.000.
“Pertemuan ini untuk mematangkan data-data jalur mana yang layak. Termasuk lokasi dan metode yang akan dilakukan untuk mengintergrasikan layanan-layanan yang sudah ada sebelumnya,” papar Wagub Sandiaga.
Menurut Sandi, pada pertemuan tersebut, Dishub melaporkan baru empat trayek yang kemungkinan bisa diterapkan dalam waktu dekat. Sayang, Sandi masih enggan membeberkan lokasi trayek tersebut. Sandi berharap program layanan transportasi ini paling lama akhir tahun 2017 sudah bisa diterapkan.
“Semoga dalam beberapa minggu ke depan sudah selesai. Sementara yang dilaporkan ada 4 jalur yang akan berlaku,” terangnya.
Salah satu upaya untuk menerapkan program OK Otrip adalah mengatur ulang trayek atau rerouting bus maupun angkot di Jakarta. Tujuan rerouting adalah agar tidak terjadi perhimpitan antara Transjakarta, bus besar, bus sedang, dan bus kecil.
Rencananya ada sekitar 42 trayek bus besar yang akan direrouting menjadi 10 trayek dan 89 trayek busa menjadi 47 trayek. Selain bus, rencananya trayek angkot juga direrouting. Saat ini ada sekitar 152 trayek.
Nantinya, seluruh angkutan umum bertrayek akan memiliki tiket terusan. Dengan membayar Rp 5.000, warga sudah bisa naik Transjakarta, Kopaja, Metromini, dan angkutan umum. Prinsipnya, program ini merupakan layanan transportasi terjangkau untuk seluruh warga Jakarta.
Editor: Zen Teguh