Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemarau Panjang Juni 2026 Ancam Kesehatan, Anak-Anak dan Lansia Wajib Waspada!
Advertisement . Scroll to see content

Bakteri Difteri di Jakarta Menyebar dari Kosambi

Senin, 11 Desember 2017 - 10:34:00 WIB
Bakteri Difteri di Jakarta Menyebar dari Kosambi
Ilustrasi imunisasi terhadap anak (Foto: DOK/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA,iNews.id – Masyarakat ibu kota diminta waspada wabah penyakit difteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium itu bisa merenggut nyawa korban jika penanganan terhadap pasien terlambat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyebut ada dua daerah di Jakarta yang menjadi konsentrasi penyebaran difteri, yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Dia menduga penyebaran difteri di dua daerah tersebut dari Kota Tangerang. Menurut dia, sejauh ini jumlah pasien yang dirawat akibat serangan difteri sebanyak 25 orang. Pada Minggu, 11 November 2017, masuk empat pasien lagi yang mengeluhkan gejala sama.  

“Pasien cukup banyak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, karena memang perbatasan Tangerang. Catatan kami penyakit difteri di Jakarta berasal dari Kosambi,” ungkap Koesmedi saat kunjungan di SMA Negeri 33 Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).

Untuk itu, Koesmedi meminta kepada masyarakat di dua daerah tersebut untuk lebih waspada. Penderita dilarang berdekatan dengan orang lain, termasuk keluarga. Sebab, ketika orang tersebut dinyatakan positif difteri, pasien wajib diisolasi. Orang di sekelilingnya juga wajib waspada menghindari kuman atau bakteri yang cepat sekali menular melalui batuk, bersin, dan udara.

“Jakarta ini sudah masuk KLB (kejadian luar biasa), apalagi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kami siapkan langkah pencegahan untuk 1.230.000 jiwa yang menjadi target imunisasi dari umur satu sampai 19 tahun untuk dua wilayah tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut, Koesmedi mengatakan, dari analisis Dinkes DKI, ke-25 warga yang terserang difteri tersebut belum pernah diimunisasi. Jadi, ketika tingkat kekebalan tubuh korban sedang menurun, bakteri difteri dengan mudah menyerang.

Khusus kepada orang tua, Dinkes meminta untuk memastikan apakah anak sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal termasuk vaksin difteri. Jika dirasa belum lengkap, maka segera dilengkapi. Sebab bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat dia dewasa.  Koesmedi pun mengimbau kepada warga untuk proaktif mengikuti program imunisasi yang diterapkan pemerintah.

“Imunisasi harus diikuti dalam tiga tahap, bulan pertama, bulan kedua, dan bulan keenam,” tegasnya.

Editor: Khoiril Tri Hatnanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut