Anggota DPRD DKI Dukung Proyek MRT Kembangan-Balaraja: Untungkan Warga Banten dan Jakarta
JAKARTA, iNews.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung rencana pembangunan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 Kembangan-Balaraja. Politisi PDIP itu menilai transportasi umum ini akan menguntungkan warga Banten dan Jakarta.
Adapun rencana pembangunan MRT Kembangan-Balaraja ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Nota kesepahaman ini akan mengkaji pengembangan MRT itu.
"Ini kabar gembira juga buat MRT, pastinya akan menguntungkan dua belah pihak, dan tadi juga sudah disampaikan mudah-mudahan kerja sama antarpemprov harus menguntungkan dua belah pihak dan khususnya untuk warga Banten dan Jakarta," kata Yuke, Rabu (4/2/2026)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta ini juga menilai pembangunan infrastruktur transportasi sebagai agenda penting di wilayah aglomerasi Jakarta. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta memerlukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah lainnya.
Penumpang Transjakarta-MRT Tembus 461 Juta Orang Sepanjang 2025, Meningkat 16,65 Persen
"Infrastruktur pastinya kita pengennya membangun saluran yang baik, terus juga segala sesuatunya kan juga nggak bisa kita hanya berpikir untuk DKI sendiri ya. Jadi aglomerasi ini juga harus saling berkomunikasi dan saling terintegrasi," ungkap dia.
Yuke juga memastikan DPRD DKI Jakarta akan mendukung hal-hal teknis meliputi anggaran agar realisasi pembangunan itu bisa terwujud. Bahkan, DPRD juga akan mendukung rencana pembangunan jalan yang memang bersinggungan dengat Pemprov DKI Jakarta.
Pramono: Kawasan Stasiun Harmoni MRT Jakarta bakal Jadi TOD Strategis
"Kita siap apa pun yang berhubungan dengan Komisi D dan integrasi wilayah-wilayah sekitar, termasuk kan kayak pembangunan jalan, atau juga pembangunan tembus, dari Jakarta Barat tembus ke Tangerang, terus juga yang lain-lainlah, kita siap-siap saja," ucap dia.
Catat! Ini Skema Rekayasa Lalin di Harmoni-Mangga Besar Imbas Proyek MRT Fase 2A
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan penandatangan nota kesepahaman ini berkaitan dengan studi pengembangan MRT Kembangan-Balaraja. Selama 8 bulan, PT MRT Jakarta bersama sejumlah pengembang akan mengkaji tiga hal terkait kelembagaan, keuangan, dan teknis.
Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar perumusan kebijakan lanjutan dan rencana pembangunan.
Pengumuman! Rekayasa Lalin Diterapkan di Harmoni-Mangga Besar, Ada Proyek MRT Fase 2A
"Setelah itu nanti hasil dari kajian itu baru dijabarkan ke mana," kata Tuhiyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pembangunan proyek MRT itu akan dilakukan paling lambat dua tahun.
"Saya menaruh harapan, mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan, Saudara-saudara sekalian, akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia," tutur Pramono
Editor: Rizky Agustian