Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Dimakamkan di Bogor Besok
Advertisement . Scroll to see content

10 BISKITA TransPakuan Mengaspal di Kota Bogor Mulai Hari Ini, Gratis hingga Akhir Tahun 2021

Selasa, 02 November 2021 - 22:38:00 WIB
10 BISKITA TransPakuan Mengaspal di Kota Bogor Mulai Hari Ini, Gratis hingga Akhir Tahun 2021
BPTJ dan Pemkot Bogor resmi meluncurkan BISKITA TransPakuan yang gratis hingga akhir tahun 2021. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Badan Pengelola Trasportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Pemerintah Kota Bogor mulai hari ini, Selasa (2/11/2021) resmi meluncurkan BISKITA TransPakuan di halaman Balai Kota Bogor, Jawa Barat. Pada tahap pertama ini, terdapat 10 bus yang diujicobakan yakni untuk koridor 5 dengan rute Stasiun Bogor-Ciparigi PP.

Kepala BPTJ Polana Pramesti mengatakan langkah ini merupakan upaya bersama dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal sesuai standar pelayanan minimal melalui subsidi berbasis skema Buy The Service (BTS). 

"Kami sangat bersyukur mengingat setelah melalui proses yang panjang, akhirnya di tengah pandemi Covid-19 pada kesempatan pagi ini, BISKITA TransPakuan dapat hadir sebagai layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bogor," kata Polana, Selasa (2/11/2021).

Perlu diketahui, BPTJ sejak tahun 2019 telah mengupayakan adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat untuk pembenahan transportasi perkotaan di Bodetabek. Mengingat, pembenahan transportasi perkotaan di wilayah Bodetabek merupakan sangat mendesak, namun di sisi lain pemerintah daerah memiliki banyak keterbatasan.

"Upaya BPTJ ini baru terealisasi di tahun 2021 dengan Kota Bogor terpilih sebagai pilot project penerima subsidi dengan skema Buy The Service. Terpilihnya Kota Bogor tidak lain karena dianggap memiliki komitmen dalam melakukan pembenahan transportasi perkotaan di wilayahnya yang mendapat dukungan pula dari legislatif," ucapnya.

Mekanisme realisasi subsidi dengan skema BTS tersebut yakni operator layanan yang terpilih melalui proses lelang harus menyiapkan dan menyelenggarakan layanan dengan standar pelayanan BRT. Di mana, untuk biaya operasionalnya dibeli atau dibayar sebagai subdisi dari pemerintah pusat.

"Angkutan umum massal ini dihadirkan dengan standar layanan yang jauh lebih baik dibanding angkutan konvensional. Konsep BRT yang menjadi acuan standar pelayanan mensyaratkan pemenuhan berbagai aspek seperti keselamatan, kenyamanan dan kemudahan pelayanan. Bahkan dukungan teknologi digital juga dilibatkan seperti dalam bentuk aplikasi digital untuk kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan juga pemasangan berbagai peralatan berbasis internet Internet of Things (IOT)," ujarnya.

Polana menambahkan, langkah menghadirkan layanan BISKITA TransPakuan yang diberikan subdisi dengan skema BTS ini, dalam konteks kebijakan transportasi perkotaan merupakan kebijakan yang bersifat pull policy.  Kebijakan ini dimaksudkan menarik minat masyarakat semaksimal mungkin untuk menggunakan angkutan umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Untuk keberlanjutan layanan ini dibutuhkan kebijakan yang bersifat push policy, yaitu kebijakan yang mendorong masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan umum massal. Kebijakan yang bersifat push policy ini dapat berupa kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi atau kebijakan yang mendorong persyaratan yang lebih ketat untuk kepemilikan kendaraan pribadi," tuturnya.

Dalam soft launching kali ini, operasional bus baru pada koridor 5 yaitu Stasiun Bogor-Ciparigi dengan 10 unit bus dan 27 titik pemberhentian. Secara keseluruhan program BTS di kota Bogor direncanakan akan tersedia 49 unit bus dengan ukuran sedang secara bertahap untuk melayani 6 koridor meliputi koridor 1 (Terminal Bubulak-Sidangiang), koridor 2 (Terminal Bubulak-Ciawi), koridor 5 (Stasiun Bogor-Ciparigi), dan koridor 6 (Parung Benteng- Air Mancur).

"Saya berharap layanan ini dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi pilihan masyarakat Bogor dalam bermobilitas," kata Polana.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bus ini sejarah baru transportasi massal di Kota Bogor. Konsep ini juga berjalan dengan program konversi 3 angkot menjadi 1 bus.

"Ini adalah sejarah baru transportasi publik di Bogor. Pada intinya ini adalah kekuatan konsep dan kedua komunikasi yang dikembangkan semua steakholder. Konsep Ini masih arus dikawal, konsep konversi ini harus jujur bahwa 3 menjadi 1 bus. Yang dihancurkan itu yang sudah tidak layak jalan, kalau yang masih layak jalan akan dipelat hitamkan dikembalikan kepada pemilik atau badan hukum," ucap Bima.

Diharapkan bus ini juga menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi massal. Layanan BISKITA TrasnsPakuan ini sedianya masih gratis hingga akhir tahun 2021.

"Kita tidak hanya menyambut bus baru, tapi Insya Allah kita memulai kebiasaan baru. Memulai kebudayaan baru, memulai hal-hal baik yang baru. Membiasakan berhenti pada tempatnya, membiasakan menyetop bus di shelternya, membiasakan tidak membuang sampah di bus, membiasakan sopir memenuhi standar pelayanan, membiasakan menggunakan aplikasi, membiasakan pembayaran dengan non tunai walaupun hari imi masih gratis, tapi nanti diumumkan sampai kapan. Tapi kira-kira sampa akhir tahun ini masih gratis. Kita pastikan pelayanan to the best," tutur Bima.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut