Zelensky Tegaskan Tak Akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia demi Gencatan Senjata
KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan tidak akan menyerahkan satu jengkal pun wilayah negaranya kepada Rusia sebagai syarat gencatan senjata. Sikap itu disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi perang dengan Moskow yang menurutnya telah memasuki babak sangat berbahaya.
Dalam wawancara dengan BBC, dikutip Rabu (25/2/2026), Zelensky menanggapi tuntutan Rusia yang meminta Ukraina menyerahkan sekitar 20 persen wilayah Donetsk sebagai syarat penghentian konflik. Menurut dia, permintaan tersebut tidak masuk akal dan bukan sekadar persoalan batas wilayah.
Dia menilai penyerahan wilayah sama saja dengan melemahkan posisi Ukraina serta meninggalkan ratusan ribu warganya yang tinggal di daerah pendudukan.
“Saya melihatnya sebagai pengabaian, melemahkan posisi kita, meninggalkan ratusan ribu rakyat yang tinggal di sana. Dan saya yakin ‘penarikan’ ini akan memecah belah masyarakat kita,” ujarnya.
Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia
Zelensky menegaskan kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina tidak bisa ditawar. Baginya, menghentikan ambisi Putin bukan hanya kepentingan nasional, tetapi juga demi keamanan global.
Rusia Disebut Tak Akan Berhenti di Ukraina
Zelensky Bakal Relakan Wilayah Ukraina Direbut Rusia demi Gencatan Senjata?
Lebih jauh, Zelensky memperingatkan Ukraina hanyalah target awal ambisi ekspansionis Rusia. Jika dunia tidak bertindak tegas, dia khawatir Moskow akan melanjutkan agresi ke negara-negara lain.
Menurut dia, mencegah Rusia menduduki Ukraina sepenuhnya akan menjadi kemenangan bagi seluruh dunia. Karena itu, dia kembali menyerukan peningkatan tekanan militer dan ekonomi terhadap Kremlin.
Zelensky juga berjanji akan merebut kembali seluruh wilayah Ukraina yang telah diduduki Rusia. Dia mengakui upaya tersebut membutuhkan waktu dan pengorbanan besar, namun tetap optimistis hal itu dapat tercapai.
“Melakukannya hari ini berarti kehilangan sejumlah besar orang, jutaan orang, karena tentara Rusia sangat besar, dan kita memahami ongkos dari langkah-langkah tersebut,” katanya.