Zelensky: Putin Telah Memulai Perang Dunia III
KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah memulai Perang Dunia III. Oleh karena itu dia menyerukan dunia internasional untuk meningkatkan tekanan militer dan ekonomi untuk menghentikan kemampuan perang Rusia.
"Saya percaya bahwa Putin telah memulainya. Pertanyaannya adalah berapa banyak wilayah yang akan mampu dia rebut dan bagaimana menghentikannya," kata Zelensky, kepada BBC, dikutip Selasa (24/2/2026).
Ditanya apakah tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan 20 persen wilayah Donetsk sebagai syarat gencatan senjata merupakan permintaan yang masuk akal, Zelensky menegaskan tidak melihatnya sekadar isu wilayah.
"Saya melihatnya sebagai pengabaian, melemahkan posisi kita, meninggalkan ratusan ribu rakyat yang tinggal di sana. Begitulah cara saya melihatnya. Dan saya yakin bahwa 'penarikan' ini memecah belah masyarakat kita," ujarnya.
Zelensky Dilaporkan Siap Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia sebagai Syarat Gencatan Senjata
Menurut Zelensky, menghentikan ambisi Putin dan mencegah Rusia menduduki Ukraina merupakan kemenangan bagi seluruh dunia. Zelensky yakin Ukraina hanya target awal sebelum merebut negara lainnya.
Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia
Dia juga berjanji merebut kembali seluruh wilayah Ukraina yang telah direbut Rusia. Bahkan dia yakin merebut kembali wilayah tersebut hanya soal waktu.
"Melakukannya hari ini berarti kehilangan sejumlah besar orang, jutaan orang, karena tentara (Rusia) sangat besar, dan kita memahami ongkos dari langkah-langkah tersebut," tuturnya.
Soal kurangnya persenjataan, Zelensky mencatat hal itu bukan hanya bergantung pada Ukraina, tapi juga negara-negara sekutu. Masalah pelik yang kini dihadapi Ukraina adalah ketersediaan pertahanan udara untuk menangkis serangan-serangan udara Rusia.
"Sayangnya, mitra-mitra kami belum memberikan izin untuk memproduksi sistem sendiri, misalnya, sistem Patriot, bahkan rudal untuk sistem yang sudah kita miliki. Sejauh ini, kami belum berhasil dalam hal ini," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono