Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivis Pro Israel Yakin Trump-Xi Jinping Ingin Setop Pengayaan Nuklir Iran
Advertisement . Scroll to see content

Xi Jinping kepada Trump: China dan AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Bersaing

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:34:00 WIB
Xi Jinping kepada Trump: China dan AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Bersaing
Xi Jinping mengatakan kepada Donald Trump, China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan bersaing (Foto: Pool via AP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada mitranya dari Amerika Serikat, Donald Trump, kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan bersaing. Kedua pemimpin bertemu di Beijing, China, Kamis (14/5/2026), kunjungan pertama seorang presiden AS sejak hampir 1 dekade.

"(Kedua negara) Sama-sama akan mendapat keuntungan dari kerja sama, sebaliknya tak mendapat keuntungan dari konfrontasi," kata Xi, saat menyampaikan pidato pembukaan di Balai Agung Rakyat, seperti dikutip dari Anadolu.

"Kita harus saling membantu untuk sukses, makmur bersama, dan menemukan jalan yang tepat bagi negara-negara besar untuk bergaul di era baru," ujarnya, menmabahkan.

Dia menambahkan, dunia sedang mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sejak seabad. Xi juga menyebut situasi global sedang dinamis dan bergejolak. Dunia, kata dia, telah mencapai persimpangan baru.

Lebih lanjut Xi mengatakan, negara besar menghadapi berbagai pertanyaan penting bagi sejarah, dunia, dan rakyat.

“Ini adalah pertanyaan-pertanyaan di era kita yang perlu kita dan Anda jawab sebagai pemimpin negara-negara besar,” kata Xi.

Xi yakin betul China dan AS memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lain dan hubungan bilateral yang stabil akan menguntungkan bagi dunia.

Dia menantikan diskusi lebih lanjut pada isu-isu penting bagi kedua negara dan komunitas internasional lebih luas. Xi juga siap meningkatkan kerja sama dengan Trump untuk menentukan arah hubungan kedua negara dengan tujuan menjadikan 2026 sebagai tahun bersejarah yang membuka babak baru dalam hubungan bilateral.

Hubungan ekonomi kedua negara saling menguntungkan dan bersifat saling menguntungkan.

"Kemarin, tim ekonomi dan perdagangan kita menghasilkan hasil yang umumnya seimbang dan positif. Ini adalah kabar baik bagi rakyat kedua negara dan dunia," kata Xi.

Selain ekonomi dan perdagangan, kedua pemimpin juga mengangkat isu konflik Timur Tengah, dan Taiwan dalam pertemuan.

Trump didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Selain itu beberapa bos perusahaan-perusahaan besar AS juga diajak Trump, di antaranya Jensen Huang dari Nvidia, Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Kelly Ortberg dari Boeing, Jane Fraser dari Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, dan Cristiano Amon dari Qualcomm.

Putra Trump, Eric Trump, dan istrinya, Lara Trump, juga mendampingi presiden dan turun dari pesawat tak lama setelahnya. Namun Ibu Negara Melania Trump tidak ikut dalam kunjungan kali ini.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut