Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Uni Emirat Arab Dilaporkan Ikut Serang Iran, Dapat Bantuan Intelijen dari AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Wapres JD Vance Bantah AS-Iran Sepakati Perjanjian Damai: Masih Diskusi!

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:54:00 WIB
Wapres JD Vance Bantah AS-Iran Sepakati Perjanjian Damai: Masih Diskusi!
JD Vance menegaskan AS belum mencapai kesepakatan damai apa pun dengan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan negaranya belum mencapai kesepakatan damai apa pun dengan Iran. Meski demikian dia mengakui kedua negara semakin dekat mencapai kesepakatan.

Komentarnya itu disampaikan setelah muncul pemberitaan bahwa juru runding AS dan Iran telah menyepakati draf nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai sementara. Draf tersebut masih menunggu persetujuan dari pemimpin AS maupun Iran.

Vance mengatakan, ada beberapa poin yang masih menjadi kendala dalam pembicaraan dengan Iran, yakni mengenai persediaan uranium yang diperkaya dan seputar program pengayaan uranium.

“Sulit untuk mengatakan secara pasti, kapan atau apakah Presiden (Donald Trump) akan menandatangani MoU. Kami masih berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin,” kata Vance, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (29/5/2026).

“Saya tidak bisa menjamin bahwa kita akan sampai di sana (kesepakatan), tetapi saat ini saya merasa cukup yakin,” katanya, menegaskan.

Beberapa sumber pejabat sebelumnya mengatakan kepada Reuters, AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata serta mencabut pembatasan Selat Hormuz. Draf itu masih menunggu persetujuan Trump.

Menurut empat sumber yang mengetahui masalah ini, kesepakatan tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari serta pembukaan lalu lintas komersial Selat Hormuz.

Jika disetujui oleh para pemimpin Washington dan Teheran, ini akan menjadi langkah terbesar menuju perdamaian sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut